Vandson Holanda relawan Katolik Roma yang berjuang di daerah termiskin di Brasil untuk menunjukkan pada warga cara melindungi diri dari nyamuk pembawa virus Zika yang menyebabkan cacat pada banyak bayi di sana.
Petunjuk yang diberikan umumnya adalah singkirkan sampah yang memungkinkan nyamuk berkembang biak, gunakan banyak pengusir nyamuk dan pakaian yang menutupi lengan dan kaki. Tutup saluran air mandi sehingga serangga tak dapat menemukan air menggenang.
Tetapi tidak ada pelajaran yang ditawarkan terkait metode untuk menghindari kehamilan, yang menurut para pejabat Brasil dan ahli kesehatan masyarakat internasional mendesak dilakukan oleh perempuan agar epidemi Zika bisa dikenadlikan.
Krisis ini memberi tekanan pada gereja Khatolik Roma yang selama ini melarang segala bentuk penggunaan kontrasepsi dan menolak aborsi.
"Saya berpendapat, bahwa gereja harus berpikir ulang atas posisinya terhadap kontrasepsi segera terkait Zika," kata Holanda, koordinator komite kesehatan gereja di empat negara bagian timur laut yang menjadi pusat wabah ini.
Pada Kamis (18/2/2016), Paus Fransiskus menyarankan gereja untuk bisa melunakkan larangan penggunaan kontrasepsi bagi perempuan karena krisis Zika.
"Menghindari kehamilan bukanlah suatu kejahatan mutlak," kata Fransiskus kepada wartawan di pesawat kepausan saat pulang ke Roma setelah kunjungan dari Meksiko.
Dia mengatakan ada preseden dispensasi yang luar biasa yang memungkinkan perempuan untuk menggunakan kontrasepsi, mengutip kasus puluhan tahun lalu saat Paus Paulus VI mengizinkan biarawati di Afrika untuk menggunakan pil pengendali kelahiran karena mereka berisiko diperkosa dalam konflik politik.
Paus tidak menjelaskan lebih lanjut dan tidak menunjukkan jika umat yang ingin menghindari kehamilan di tengah epidemi Zika harus memiliki izin eksplisit gereja untuk melakukannya atau jika imam di tingkat lokal hanya akan mengabaikannya, setidaknya sampai epidemi Zika menjadi lebih jelas.
Namun Fransiskus menyatakan dengan jelas tidak akan ada perubahan posisi gereja tentang aborsi.
"Ini adalah kejahatan. Ini adalah kejahatan mutlak," tegasnya.
Masih banyak yang tidak diketahui tentang Zika, termasuk apakah itu benar-benar menyebabkan mikrosephalus, sebuah kondisi yang ditandai dengan ukuran kepala yang lebih kecil dari normal.
Brasil sedang menyelidiki hubungan potensial antara Zika dan hampir 4.500 kasus yang diduga mikrosephalus. Para peneliti telah mengidentifikasi bukti infeksi Zika di kebanyakan dari 508 kasus yang dikonfirmasi mikrosephalus, baik pada bayi atau pada ibu.
Menjelang kunjungan Paus 'ke Meksiko, seorang pejabat senior Vatikan mengatakan, ia tidak mengharapkan perubahan apapun terkait pengendalian kelahiran.
Dalam kasus infeksi Zika, fokus Gereja akan berada pada menyediakan perawatan kesehatan terbaik guna menghindari infeksi di tempat pertama atau merawat anak dengan cacat lahir. (Reuters)
Berita Terkait
-
Langsung Pasang KB Setelah Menikah, Bisa Bikin Susah Hamil? Ini Kata Dokter
-
Menteri Wihaji Apresiasi PSN dan Program KB di Kota Metro pada Puncak Hari Kontrasepsi Sedunia
-
Polisi Bicara Alat Kontrasepsi di Tas dan Kresek, Apa Hubungannya dengan Bunuh Diri Arya Daru?
-
Kontrasepsi Jadi Beban Tunggal Perempuan, Ketimpangan Peran KB di Keluarga
-
7 Jenis KB Pria Lengkap dengan Untung-Ruginya, Vasektomi Terbaik?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal