Suara.com - Benda yang Anda gunakan sehari-hari, kadang menjadi sarang bakteri bahkan ketika Anda menjaganya dalam kondisi bersih dan hiegenis.
Berikut adalah benda-benda yang harus Anda waspadai sebagai tempat perkembangbiakan bakteri.
1. Mesin Cuci
Baju-baju kotor yang akan Anda cuci ternyata meninggalkan banyak bakteri di mesin cuci meski terjadi proses pembersihan di dalamnya. Bahkan menurut profesor mikrobiologi dari University of Arizona, Charles Gerba, satu beban pakaian yang memenuhi mesin cuci meninggalkan 100 juta bakteri E.coli.
Untuk mengatasi hal ini Anda bisa mencuci bagian dalam mesin cuci dengan detergen yang mengandung anti bakteri lalu membilasnya.
2. Jeruk dalam minuman
Lemon memamg diketahui memiliki sifat antibakteri. Tapi sayangnya penyimpanan yang tak hiegenis di beberapa restoran justru membuat lemon menjadi media penularan bakteri penyebab berbagai penyakit.
Bahkan penelitian lain yang dilakukan ABC News dan New York University menemukan bahwa setengah dari irisan lemon yang menjadi objek penelitian dinyatakan positif mengandung bakteri yang sering ditemukan pada kotoran manusia.
3. Kaca mobil depan
Sebuah kaca mobil depan Anda ternyata bisa berpotensi menjadi penularan berbagai penyakit yang disebabkan bakteri. Belum lama ini peneliti dari Arizona State University menemukan bahwa bekas air cucian kaca mobil mengandung bakteri yang dapat memicu pneumonia akut. Hal ini terjadi jika bakteri tersebut tak sengaja terhirup melalui hidung.
4. Baju baru
Philip Tierno, selaku direktur mikrobiologi dan imunologi di New York University, menemukan banyak bakteri dan kotoran yang dapat memicu masalah pernapasan pada baju-baju baru yang dipajang di toko. Oleh karena itu ia mengimbau untuk merendam terlebih dahulu baju-baju baru dalam air panas sebelum mencucinya seperti biasa.
5. Lensa kontak
Penelitian di Cina menemukan bahwa 34% lensa kontak yang mereka teliti poaitif mengandung bakteri seperti Serratia dan Staphylococcus aureus, yang dapat menyebabkan peradangan pada mata yang merusak kornea dan bahkan dapat menyebabkan kebutaan.
Oleh karena itu perhatikan penyimpanan lensa kontak yang baik dan benar dan gantilah setiap tiga bulan sekali. (Prevention)
Berita Terkait
-
LG Perkuat Edukasi Cuci Higienis, Andalkan Fitur Allergy Care hingga TurboWash 360
-
5 Mesin Cuci Murah Satu Tabung, Ekonomis untuk Kebutuhan Rumah Tangga
-
Tip Atasi Bau Mulut Saat Berpuasa
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Low Watt untuk Keluarga Baru
-
5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital