- Sejumlah faktor bisa membuat baju melar setelah keluar dari mesin cuci.
- Bisa karena teknik pencucian, suhu air yang tidak tepat, atau putaran mesin yang terlalu kuat.
- Untuk menghindarinya, ada acara mencuci baju di mesin cuci agar tidak melar.
Suara.com - Pernahkah Anda mendapati kaos atau sweater kesayangan berubah bentuk menjadi lebih besar atau "gombrang" setelah keluar dari mesin cuci?
Fenomena baju melar biasanya terjadi karena kesalahan pada teknik pencucian, suhu air yang tidak tepat, atau putaran mesin yang terlalu kuat.
Padahl baju yang melar tentu merusak penampilan dan membuat pakaian jadi tidak nyaman dipakai.
Supaya tidak terjadi lagi, simak cara mencuci baju di mesin cuciagar tidak melar berikut ini.
1. Selalu Cek Label Perawatan Pakaian (Care Label)
Langkah pertama yang paling krusial namun sering diabaikan adalah membaca label di kerah atau bagian samping baju. Label ini memberikan instruksi spesifik mengenai:
- Suhu air yang disarankan.
- Boleh atau tidaknya menggunakan mesin cuci.
- Instruksi pengeringan. Jika terdapat simbol "Hand Wash Only", sebaiknya jangan nekat memasukkannya ke mesin cuci karena serat kainnya kemungkinan besar sangat rapuh.
2. Gunakan Kantong Cuci (Laundry Net)
Laundry net atau jaring cuci adalah penyelamat untuk pakaian berbahan elastis seperti jersey, rajut (knit), atau pakaian dalam.
Kantong ini berfungsi untuk mencegah pakaian saling terlilit atau tertarik oleh baling-baling mesin cuci yang bisa menyebabkan serat kain meregang paksa.
Baca Juga: 7 Mesin Cuci Portable yang Bagus untuk Anak Kos, Murah dan Hemat Listrik
3. Pisahkan Baju Berdasarkan Berat dan Bahan
Jangan mencuci celana jeans yang berat bersamaan dengan kaos tipis atau baju berbahan rajut.
Saat mesin berputar, gesekan dan beban dari pakaian berat akan menarik serat pakaian yang lebih ringan, sehingga baju tipis tersebut lebih mudah melar.
4. Pilih Siklus Cuci yang Lembut (Gentle Cycle)
Mesin cuci modern biasanya memiliki pilihan siklus seperti Delicate, Hand Wash, atau Silk. Siklus ini memiliki putaran yang lebih pelan dan lembut, sehingga meminimalisir tekanan pada serat kain. Gunakan mode ini khusus untuk baju-baju yang rentan berubah bentuk.
5. Gunakan Air Dingin
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Daftar Pasangan Shio yang Tidak Cocok di Tahun Kuda Api, Bisa Picu Konflik
-
Semprot Parfum yang Benar di Baju atau Kulit? Simak Penjelasannya agar Wangi Seharian!
-
Siap-Siap Ikutan Serunya UI Half Marathon 2026, Bakal Susuri Jalur Hijau Kampus di Depok
-
Cara Memilih Teh Berkualitas, Tak Sekadar Wangi tapi Juga Konsisten dari Daunnya
-
Libur Iduladha 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Resmi Menurut SKB 3 Menteri
-
Isi Pidato Presiden Prabowo Hari Ini di DPR RI, Bongkar Kebocoran Anggaran Rp14.000 Triliun
-
Bahan Baku Aman Jadi Fokus Baru Industri Kosmetik, Produsen Mulai Tinggalkan Formula Berisiko
-
Mencuci Beras Sebaiknya Berapa Kali sebelum Dimasak? Jangan sampai Nutrisinya Terbuang
-
Ortuseight Luncurkan Sepatu Padel Vector Bandeja, Gabungkan Performa dan Gaya
-
4 Zodiak yang Cocok Jadi Pasangan Taurus, Hubungan Langgeng Tanpa Drama