Suara.com - Nyeri saat haid kerap dialami sebagian besar perempuan. Bahkan sejumlah negara memberikan keringanan bagi para pekerja perempuan untuk cuti di kala haid.
Tapi sebaiknya Anda tak anggap sepele gejala nyeri saat haid. Pasalnya menurut penelitian, nyeri berlebihan saat haid dikaitkan dengan risiko mengidap penyakit jantung tiga kali lipat dibandingkan penyakit lainnya.
Nyeri berlebihan saat haid sendiri merujuk pada kondisi endometriosis atau adanya kista pada rahim. Menurut peneliti, kondisi endometriosis dikaitkan dengan risiko mengidap penyakit jantung.
"Perempuan yang mengidap endometriosis harus menyadari risiko mereka yang lebih besar dalam mengidap penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak mengalaminya. Bahkan risiko ini meningkat sejak perempuan berusia muda," ujar peneliti utama Fan Mu dari Brigham and Women's Hospital di Boston, Massachusets, Amerika Serikat.
Di dunia sendiri diperkirakan terdapat 6-10 persen perempuan berusia produktif yang mengidap endometriosis. Namun jumlah penderita sebenarnya tak diketahui pasti karena kondisi ini tak bisa didiagnosis kecuali melalui tindakan pembedahan.
Untuk mendapatkan temuan ini peneliti telah melibatkan data medis dari 16.430 perempuan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa perempuan yang mengidap endometriosis berada pada risiko 1.52 kali lebih besar mengidap serangan jantung dan 1.91 kali lipat mengidap nyeri di dada atau angina.
Sementara itu perempuan yang berusia 40 tahun keatas dan mengidap endometriosis berada pada risiko tiga kali lipat mengalami serangan jantung atau penyempitan di pembuluh darah dibandingkan mereka yang tidak memiliki endometriosis.
Sebagai upaya pencegahan, studi ini menjelaskan bahwa pengangkatan endometriosis bisa menjadi langkah terbaik untuk menurunkan risiko mengidap penyakit jantung. (Zeenews)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026