Suara.com - Pakar obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kusuma Pradja Semarang dr Sugono mengatakan ibu hamil tetap diperbolehkan untuk beraktivitas olah raga.
"Selama ini, banyak rumor di masyarakat seputar kehamilan, seperti ibu hamil tidak boleh berolah raga, tidak boleh berhubungan suami istri, dan sebagainya," katanya di Semarang, Sabtu.
Hal itu diungkapkannya di sela kegiatan "parenting class" dengan topik "Rumor Tentang Kehamilan" yang diprakarsai RSIA Kusuma Pradja Semarang, beralamat di Jalan Bugangan Raya Nomor 3-5 Semarang.
Sugono menjelaskan rumor adalah hal-hal yang sering dibicarakan di masyarakat, termasuk mengenai kehamilan yang bisa saja benar atau salah, berbeda dengan mitos yang sudah jelas keliru.
"Begini, ibu hamil tetap bisa berolah raga. Namun, disarankan untuk memeriksakan dulu usia kehamilannya, yakni minimal di atas 16 minggu dan tidak memiliki faktor risiko atas kehamilannya," katanya.
Olah raga yang disarankan bagi ibu hamil, kata dia, mulai dari yang bersifat ringan, seperti jalan kaki, atau bisa juga berenang jika usia kehamilan sang ibu sudah lebih atau di atas 20 minggu.
"Kalau sudah lebih dari 20 minggu, boleh saja berenang. Ibu hamil juga disarankan mengikuti senam hamil, namun jika usia kehamilannya sudah mendekati saat persalinan," katanya.
Ia mengatakan senam hamil bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan ibu hamil agar tetap "fit" dengan gerakan-gerakan yang disesuaikan kondisi ibu hamil, mulai posisi duduk hingga berbaring.
Selain itu, kata dia, hubungan seksual yang dilakukan selama masa kehamilan juga diperbolehkan asalkan usia kehamilan sudah lebih 16 minggu, tidak ada riwayat komplikasi, dan dilakukan secara hati-hati.
"Hubungan seksual tetap bisa dilakukan sampai usia kehamilan 32 minggu. Saat itu, kondisi rahim sangat peka sehingga mudah terjadi kontraksi yang bisa menyebabkan bayi lahir prematur," katanya.
Kepala sel sperma, lanjut dia, juga mengandung hormon prostaglandin yang bisa merangsang kontraksi, selain kondisi orgasme yang dialami ibu hamil yang juga bisa memicu terjadinya kontraksi.
"Namun, setelah usia kehamilan 35 minggu, hubungan seksual bisa kembali dilakukan pasangan suami istri. Tentunya, dengan posisi-posisi yang memperhatikan kenyamanan dengan kondisi ibu hamil," pungkasnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya