Health / Women
Kamis, 05 Mei 2016 | 07:13 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Tak sedikit perempuan merasa pegal dan nyeri di bagian lutut hingga pinggang saat menggunakan sepatu hak tinggi alias high heels. Tapi sebagian besar dari mereka mengabaikan rasa nyeri ini, karena tuntutan dunia kerja yang mengharuskannya menggunakan sepatu ber-hak.

Memang, menurut pakar nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, dr Ade Sri Wahyuni, SpRM, penggunaan sepatu atau sandal yang berhak tinggi tidak dianjurkan, karena risikonya yang dapat memberikan beban pada bagian lutut untuk menumpu tubuh secara keseluruhan.

Namun bagi mereka yang mau tak mau harus menggunakan sepatu hak tinggi, ia memiliki tips agar terhindar dari risiko tersebut.

"Kalau tetap mau pakai heels, jangan pilih yang bagian hak-nya runcing, karena beban tubuh tidak jatuh di titik yang semestinya sehingga kalau jadi kebiasaan, cepat atau lambat akan muncul sensasi nyeri di bagian lutut," ujar Ade pada temu media 'Cara Cepat Atasi Nyeri Lutut' di Jakarta, Rabu (4/5/2016).

Selain itu ia juga menyarankan agar pengguna sepatu hak tinggi untuk melakukan peregangan setiap dua jam sekali. Hal ini penting dilakukan agar mengembalikan kondisi otot yang sebelumnya bekerja lebih berat akibat penggunaan sepatu hak tinggi.

"Peregangan bisa dilakukan dengan latihan fisik misalnya quad set, caranya handuk kecil digulung lalu diletakkan di bawah lutut kemudian ditekan agar otot quadrisepnya kuat. Tahan setiap 10 hitungan lalu lepaskan. Hal ini sebagai penguatan untuk mencegah terjadinya nyeri pada lutut," terang Ade.

Selain itu beberapa latihan fisik seperti berenang, berjalan kaki, hingga bersepeda statis juga dapat membantu menjaga kesehatan lutut sejak dini. Namun tentu saja porsi, durasi dan frekuensi aktivitas fisik juga harus diperhatikan agar tidak terlalu berlebihan.

"Aktivitas fisik juga harus dilakukan berdasarkan ukuran. Tidak boleh setiap hari selama seminggu, harus ada jeda istirahat. Idealnya sekitar 3-5 kali seminggu dengan durasi 30-60 menit," pungkasnya.

Load More