Suara.com - Ukuran tablet itu lebih kecil dari perangko, berwarna hitam, dan hanya berharga beberapa dollar AS. Ajaibnya, benda kecil ini ternyata mampu menyuling air dari bakteri dalam hitungan menit dengan hanya menggunakan tenaga surya.
Alat kecil penjernih air tersebut ditemukan Institute for Materials and Energy Science Universitas Stanford, berpartner dengan Departemen Energi SLAC National Accelerator Laboratory.
Seperti diberitakan CNet, Rabu (17/8/2016), tablet ini hanya berdimensi 1x2 cm, berwarna hitam, dengan sedikit kandungan tembaga dan kepingan nano dari molybdenum disulfide. Materi yang terkandung di tablet itu, dalam 'kondisi' tepat, akan memproduksi reaksi kimia yang ampuh membunuh mikroba.
Tablet ini cukup dimasukkan ke dalam air dan dibiarkan terpapar sinar matahari. Di dalam eksperimen yang terkontrol, tablet tersebut mampu membunuh 99,999 persen bakteri setelah dibiarkan 20 menit di dalam air sebanyak 25 mililiter.
Semakin banyak air yang disuling, jumlah tablet yang dimasukkan bisa ditambah sesuai kebutuhan.
Meski demikian, tablet luar biasa ini baru mampu membunuh escherichia coli (E. Coli) dan bakteri asam laktat.
"Air yang dapat disterilkan oleh tablet ini barulah air luar ruangan dari sungai dan air yang tak terlalu keruh atau tak terpapar polusi berat tapi mungkin memiliki mikrobakteri," kata Stanford Postdoctoral Researcher Chong Liu.
Diharapkan tablet ini mampu menyediakan air bersih dengan biaya relatif murah bagi negara-negara berkembang dan tertinggal. Data Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa masih ada 663 juta orang di seluruh dunia yang belum memiliki akses air bersih.
Di samping itu, data yang sama mengatakan bahwa 1.000 anak mati tiap harinya karena penyakit yang berhubungan dengan air bersih dan sanitasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak