Suara.com - Anda tentu mengenal Toni Braxton, pelantun lagu Unbreak My Heart. Baru-baru ini beredar kabar ia masuk rumah sakit karena penyakit lupus. Ini bukanlah pertama kali, pada 2012, dia pernah dirawat di rumah sakit di Los Angeles karena penyakitnya itu.
Selain Braxton, penyanyi muda kenamaan Selena Gomez pun dikabarkan menderita penyakit yang sama. Akibat penyakit Lupus, mantan kekasih Justin Bieber itu dikabarkan cuti dari panggung hiburan.
Lupus memang penyakit yang hampir 90 persen diderita oleh peremouan dan sebagiannya mendapat gejala pertama waktu mereka masih anak-anak, demikian data dari American Lupus Foundation.
Lupus itu sendiri, adalah penyakit kronis di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dan menyerang jaringan normal di dalam tubuh, seperti sendi, kulit, ginjal, sel-sel darah dan jantung dan paru-paru. Ada berbagai jenis lupus dan gejalanya berbeda-beda pada tiap orang. Misalnya, bekas luka di wajah penyanyi Seal diduga dari jenis lupus yang hanya mempengaruhi kulit.
Menurut Sasha R. Bernatsky, MD, Ph.D., M.Sc., asisten profesor kedokteran di Rumah Sakit Royal Victoria di Ontario, Kanada dan anggota dari American Lupus Foundation, "Gejala lupus muncul kadang-kadang tanpa alasan yang dapat diidentifikasi. Beberapa pasien lupus percaya bahwa stres memperburuk gejala mereka. Banyak dokter menganggap bahwa infeksi bisa berkontribusi untuk memicu sebuah gejala lupus. Sistem kekebalan tubuh adalah senjata untuk melawan infeksi, tanpa pandang bulu juga menyebabkan lupus menjadi lebih aktif."
Kehamilan dan berhenti minum obat juga dapat memicu kekambuhan. "Rawat inap untuk lupus mungkin diperlukan dalam beberapa kasus gangguan ginjal yang parah atau jika penyakit ini mempengaruhi jantung dan paru-paru."
Sampai saat ini, seperti dilansir Meet Doctor setelah ditinjau dr Adnan Yusuf, belum diketahui secara pasti apa penyebab lupus. Para ahli percaya, kombinasi antara genetik dan lingkungan berperan kuat.
Tidak ada pemeriksaan tunggal untuk menegakkan diagnosa lupus. Tapi, tes darah yang menunjukkan keberadaan antibodi tertentu bisa dilakukan untuk mengindentifikasi adanya penayakit itu atau tidak.
Selain hasil tes darah positif, pasien juga harus memiliki manifestasi fisik pertanda lupus untuk bisa menegakkan diagnosis, seperti arthritis inflamasi, beberapa jenis ruam, atau masalah ginjal.
Tidak ada obat ajaib untuk lupus namun ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengelola penyakit ini dan menangkal komplikasi.
1. Minum obat secara teratur
Dokter sering meresepkan kortikosteroid, seperti prednison, metilprednisolon dan prednisolon. Obat-obat lain termasuk obat anti malaria (yang paling umum adalah obat yang disebut hydroxychloroquine), non-steroid anti-inflammatory (NSAID) atau obat antiradang nonsteroid, dan kadang-kadang obat jenis immuonosuppressive, seperti azathioprine, mycofenolate, dan methotrexate.
2. Gerakan tubuh Anda
"Untuk hampir semua pasien penyakit kronis, olahraga dapat menjadi faktor yang sangat penting untuk memenej kondisi kesehatan pribadi," kata Dr Bernatsky. Olahraga dapat membantu memerangi banyak masalah kesehatan yang pasien lupus hadapi, misalnya kelebihan berat badan, kelelahan, dan masalah dengan tekanan darah dan kolesterol tinggi.
3. Konsumsi vitamin
"Beberapa bukti menunjukkan bahwa vitamin mungkin memainkan peran dalam memengaruhi autoimunitas," kata Dr Bernatsky. Misalnya, kekurangan vitamin D dapat menghambat fungsi kekebalan tubuh, yang bisa sangat berbahaya bagi penderita lupus. Penelitian lain menemukan bahwa asam lemak omega-3 bisa membantu melawan peradangan kronis. Karena itu, konsumsi minyak biji rami dan minyak ikan dengan dosis yang sesuai merupakan cara untuk tetap sehat bagi orang-orang yang sedang berjuang dengan penyakit autoimun seperti lupus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal