Suara.com - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat tidak panik terkait terjadinya kekosongan stok vaksin polio. Stok vaksin itu diperkirakan akan tersedia kembali pada akhir September 2016.
"Tidak perlu berlebihan khawatir karena kami perkirakan akhir September sudah ada stok lagi. Kami terus melakukan koordinasi dengan pusat," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaningastutie di Yogyakarta, Kamis (8/9/2016).
Menurut dia, kekosongan vaksin di DIY disebabkan keterlambataan pengadaan vaksin di tingkat pusat.
"Sebelumnya di DIY ini belum pernah terjadi. Ini karena persoalan pengadaan yang mengalami keterlambatan di tingkat pusat," kata dia.
Dinkes DIY sebelumnya juga telah menerbitkan Surat Edaran ke lima kabupaten/kota yang menyebutkan sebanyak 3.000 vaksin polio dengan masa kedaluwarsa pada Agustus. Sehingga vaksin polio yang saat ini masih tersisa sudah tidak bisa digunakan per 1 September sehingga perlu dilakukan penarikan.
"Untuk penarikan vaksin polio yang sudah kedaluwarsa masih kami lakukan dan kami data," kata dia.
Ia berharap dengan belum adanya vaksin polio hingga akhir bulan ini, masyarakat tetap bersedia membawa anaknya ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk melakukan imunisasi. Selama belum ada stok vaksin polio, imunisasi dasar lainnya tetap dapat dilakukan yakni imunisasi BCG, Campak, DPT, serta Hepatitis.
Meski imunisasi dasar termasuk polio sebaiknya diberikan secepatnya, pada dasarnya bayi sendiri memiliki daya tahan tubuh alami hingga enam bulan.
"Sembari menunggu masyarakat bisa meminta vaksin yang lainnya dulu, meski memang sebagai langkah preventif vaksin perlu diberikan secepatnya setelah kelahiran," kata dia.
Dia juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak mencari solusi alternatif dengan menggunakan vaksin di luar ketentuan Puskesmas, Posyandu atau dengan jalur tidak resmi.
"Jangan sampai menggunakan vaksin di luar ketentuan, karena dikhawatirkan timbul masalah kesehatan baru lagi," kata dia.
Menurut Pembayun, selama bayi masih tetap diberikan ASI eksklusif disertai dengan Perilaku Hidup Bersih (PHBS) kemungkinan anak terjangkit penyakit sangat kecil, kendati belum menerima vaksin.
"InsyaAllah sepanjang ibu dan keluarga mempraktikkan PHBS sang anak akan terjaga dari penyakit," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
-
Peringati Hari Ibu, 500 Perempuan di Jakarta Dapat Vaksin HPV Gratis
-
IDAI Ingatkan: Jangan Berangkat Liburan Akhir Tahun Sebelum Cek Vaksin Anak!
-
Kementan Targetkan Indonesia Mandiri Vaksin Hewan, Fasilitas di Surabaya Akan Ditingkatkan
-
Indonesia Resmi Akhiri KLB Polio Tipe 2, Menkes Ingatkan Anak-anak Tetap Harus Vaksin Sesuai Usia
-
Produsen Vaksin Global Bakal Gunakan AI Demi Hadapi Pandemi Berikutnya
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak