Health / Women
Senin, 10 Oktober 2016 | 11:05 WIB
Ilustrasi obesitas (shutterstock)

Suara.com - Obesitas tak hanya mempengaruhi kesehatan fisik Anda, seperti meningkatkan risiko terjadinya stroke, penyakit jantung atau diabetes. Sebuah penelitian terkini menyebut bahwa kelebihan lemak dalam tubuh juga dapat membuat usia otak menjadi lebih cepat menua dibandingkan pada orang-orang kurus.

Otak yang menua mengalami penurunan fungsi memori dan meningkatkan risiko terjadinya demensia alzheimer atau penyakit kepikunan.

Untuk mendapat temuan ini peneliti menganalisis 527 orang dewasa penderita obesitas yang ditandai dengan indeks massa tubuh di atas 25.

Peneliti menemukan, mereka cenderung mengalami penyusutan di bagian materi putih, yakni jaringan yang menghubungkan beberapa wilayah di otak dan memungkinkan Anda mengalami kesulitan dalam mengingat.

"Jaringan ini sebenarnya menyusut secara alami seiring dengan pertambahan usia. Namun, pada orang yang obesitas, risiko terjadinya penyusutan lebih cepat," kata peneliti Lisa Ronan dari University of Cambridge di Inggris.

Tak hanya itu, Ronan juga menganologikan otak penderita obesitas dengan otak orang normal usianya lebih tua 10 tahun. Sebab, jaringan lemak dapat menghasilkan protein yang memicu peradangan di otak. Akibatnya otak akan mengalami kemunduran lebih cepat, terutama dalam hal mengingat.

"Meski demikian kami tidak melihat adanya perbedaan fungsi kognitif atau IQ pada orang obesitas dan orang kurus. Namun, orang dengan obesitas memiliki kesulitan dalam hal mengingat," ujarnya menegaskan.

Melalui temuan ini, Ronan mengimbau kepada pemilik berat badan berlebih untuk segera mengendalikan laju indek massa tubuhnya. Hal ini dilakukan demi memperlambat risiko pikun yang akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. (Menshealth)

Load More