Suara.com - Saat ini kopi sudah jadi gaya hidup bagi masyarakat urban. Saking tingginya peminat minuman kopi, gerai-gerai yang menyajikan minuman satu ini menjamur di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Banyak penelitian yang menyebut mengkonsumi minuman kopi bisa menyehatkan tubuh. Tapi bila berlebihan justru ada efek negatifnya juga.
Lantas seperti apa batasan yang aman mengkonsumi kopi dalam sehari?
Adi Taroepratjeka selaku pakar kopi menjelaskan, sebenarnya tubuh mampu mendeteksi adanya gangguan ketika berlebihan dalam mengonsumsi makanan atau minuman, termasuk kopi.
"Tubuh akan mengeluarkan sinyal tertentu, seperti nggak enak badan, sehingga di situlah kita harus berhenti minum kopi. Kalau sudah tiga cangkir tapi belum ada sinyal tertentu dari tubuh ya nggak papa lanjut aja," kata Adi pada temu media yang dihelat Top White Coffee di Senayan City, Jakarta, Rabu (26/10/2016).
Adi mengatakan, dia pernah mendengar batasan yang aman untuk minum kopi dalam sehari adalah sebanyak tiga cangkir. Bila lebih dari itu, kafein yang terkandung dalam kopi bisa saja meracuni tubuh.
"Kalau saya pernah dengar dari dokter sebaiknya dibatasi tiga cangkir. Karena sebenarnya kopi itu juga bagus untuk tubuh, asal nggak berlebihan," ujarnya.
Bagi penikmat kopi pemula, Adi menyarankan agar tak langsung menenggak kopi secara berlebihan. Minuman kopi yang dipilih juga sebaiknya dicampur dengan susu terlebih dahulu. Jangan langsung mengkonsumi kopi hitam.
"Bisa dimulai dengan kopi susu, ice coffee untuk belajar menghandle rasa pahit perlahan-lahan dan bisa mengetahui citarasa kopi yang beragam," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi