Suara.com - Apakah Anda berencana memiliki keturunan? Jika ya, coba cek indeks massa tubuh Anda mulai dari sekarang. Pasalnya, lelaki dengan indeks massa tubuh di atas angka 25 atau tergolong obesitas, cenderung memiliki kualitas sperma yang buruk.
Seperti diketahui, untuk dapat memiliki keturunan diperlukan sel sperma berkualitas dan sesuai jumlahnya. Oleh karena itu, keberhasilan program memiliki buah hati tak hanya bergantung pada kondisi perempuan semata yang akan mengandung. Kesuburan lelaki juga menjadi faktor penting.
Beberapa studi penelitian yang memonitor efek dari obesitas menemukan bahwa lelaki dengan BMI di atas 25, memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan sperma dan potensi memproduksi sperma yang cacat, sehingga mempengaruhi keberhasilan dalam membuahi sel telur.
Menurut peneliti, kelebihan lemak dan kolesterol pada orang obesitas menyebabkan penurunan jumlah dan kualitas sperma. Studi menegaskan bahwa kelebihan berat badan dapat menurunkan metabolisme seseorang, yang tak hanya berpengaruh pada kesehatan kardiovaskular tapi juga kehidupan seksual.
Oleh karena itu, jika Anda memiliki indeks massa tubuh di atas 25, segera lakukan program penurunan berat badan secara alami dengan melakukan diet seimbang dan perbanyak aktivitas fisik. Indeks massa tubuh normal sendiri berada pada kisaran 18.5-25. [Boldsky]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat