Suara.com - Menstruasi adalah hal alami yang terjadi pada perempuan. Siklus bulanan ini dapat membuat suasana hati perempuan kacau, sakit pada bagian perut, dan lesu.
Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon estrogen pada perempuan. Ketika Anda mengalami kondisi PMS (premenstrual syndrome), atau kram saat menstruasi, rasanya Anda tidak ingin melakukan apa-apa, hanya berbaring saja di kasur.
Penelitian baru-baru ini juga mengungkap fakta menarik, yaitu sangat normal saat kita lebih membutuhkan kasih sayang, sebab hormon progesteron juga mengalami penurunan.
Selain itu, kita sering mendengar mitos-mitos yang beredar di masyarakat, seperti saat menstruasi tidak boleh pergi malam-malam, padahal belum ada penelitian dari sisi medis yang mengatakan hal seperti itu.
Benarkah ada hal-hal yang tidak dapat dilakukan saat menstruasi? Lantas, apa saja yang perlu dihindari saat menstruasi?
Berikut hellosehat.com uraikan beberapa hal yang perlu Anda hindari saat sedang menstruasi:
1. Nonton film yang membuat emosi Anda jungkir balik
Anda perlu menghindari film menguras emosi. Anda akan mengalami penurunan hormon estrogen, dan progesteron pada masa menstruasi.
Oleh karena itu, emosi Anda pun akan tidak seimbang. Hormon estrogen mempengaruhi otak perempuan, yang dikaitkan juga dengan emosi, dan proses kognitif.
Ketika menstruasi, kita bisa merasa bahagia, lalu tiba-tiba kesal, tiba-tiba marah, dan cemas. Jadi, sebaiknya hindari menonton film yang membuat Anda depresi.
2. Waxing dan cabut bulu
Penurunan hormon estrogen dan progesteron juga membuat tubuh kita lebih peka terhadap rasa sakit. Tubuh kita pun mengalami perubahan, seperti payudara yang bengkak, dan sakit.
Jadi, sebaiknya hindari kegiatan yang akan membuat Anda merasa sakit, seperti mencabut gigi, waxing bulu ketiak, mencabut bulu alis dan bulu halus lainnya. Tunggu sampai menstruasi Anda selesai, ketika kedua hormon tersebut telah kembali normal.
3. Berdiam diri
Menjelang dan ketika siklus menstruasi berlangsung, Anda akan merasakan kram pada perut, atau gejala PMS lainnya. Anda merasa ingin menghabiskan waktu seharian di dalam rumah, menonton televisi, melupakan kehidupan di luar.
Faktanya, olahraga bisa meringankan rasa sakit akibat kram tersebut. Namun, perlu digarisbawahi, Anda juga perlu menghindari olahraga tertentu. Berolahraga yang berat hanya akan menambah rasa sakit tersebut.
4. Minum susu dan produk berbahan susu
Selain untuk kesehatan tulang, kalsium juga dapat mengurangi kram saat menstruasi. Alasannya adalah kalsium membantu menjaga otot juga. Tapi tidak dengan produk susu, Anda sebaiknya menghindarinya saat menstruasi.
Memang susu mengandung kalsium, tapi susu dapat membuat perut Anda kembung. Hal ini yang akan membuat perut Anda yang sudah terasa membengkak menjadi semakin tidak enak.
Lemak pada susu mengandung asam arakidonat yang memproduksi prostaglandin. Ini yang dapat menyebabkan kram. Anda bisa mendapatkan kalsium dari makanan lainnya.
5. Menggunakan pembalut selama seharian penuh
Apakah Anda termasuk orang yang sering lupa mengganti pembalut? Jika ya, Anda harus mengubah kebiasaan tersebut. Mengganti pembalut perlu dilakukan sekitar empat jam sekali, dan bisa lebih ketika Anda darah yang dikeluarkan sedang dalam jumlah yang banyak. Pembalut yang tidak diganti dapat menyebabkan bakteri menyerang tubuh Anda.
6. Melakukan hubungan seks tanpa pengaman
Ada yang berpendapat sebaiknya tidak melakukan seks saat menstruasi. Namun ada juga yang berpendapat bahwa Anda tetap dapat berhubungan seks meski sedang menstruasi, tapi harus memakai kondom. Infeksi tetap dapat menular ketika Anda melakukan seks tanpa pengaman. Kelembapan vagina meningkat saat menstruasi, jamur pun bisa berkembang dengan cepat. Hal ini juga menghindari Anda dari menyebarkan infeksi pada pasangan.
7. Memakan makanan yang mengandung garam tinggi
Sama seperti susu, makanan yang mengandung garam juga dapat menyebabkan perut kembung. Garam sering ditemukan pada makanan cepat saji. Lebih baik Anda memilih makanan seperti buah-buahan. Selain garam, Anda juga perlu minuman berkafein – cokelat, kopi, teh – sebab kafein dapat mengacaukan hormon di tubuh Anda.
8. Tidak ngemil
Camilan sehat tidak boleh dilewatkan saat Anda sedang menstruasi. Anda mungkin kehilangan banyak darah, dan merasa lemah, sehingga Anda perlu asupan nutrisi yang cukup. Anda bisa memilih alternatif seperti oatmeal, atau buah-buahan seperti pisang. Rendahnya kalium dalam tubuh dapat menyebabkan kram, sedangkan pisang kaya akan kalium.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan