Suara.com - Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Postgraduate Medical Journal of British mengungkap fakta jika tinggi badan seseorang bisa menunjukkan risiko kematian.
Peneliti mengatakan, lelaki yang lebih tinggi sangat mungkin menderita kematian dini dibandingkan lelaki pendek. Alasannya, tingginya kadar hormon pertumbuhan pada orang bertubuh jangkung dapat mempengaruhi kesehatan jantung.
"Laki-laki yang mengalami gigantisme atau memiliki tinggi di atas rata-rata lebih mungkin untuk mengalami gagal jantung," ujar peneliti seperti dilansir dari laman The Sun.
Tingginya hormon pertumbuhan diyakini peneliti membuat dinding jantung lebih tebal. Hal ini menambah beban jantung saat memompa darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung.
Sebagai perbandingan, sebuah studi terpisah pada laki-laki bertubuh pendek menunjukkan kecenderungan umur yang lebih panjang. Menurut peneliti, selain hormon pertumbuhan, faktor lain seperti gaya hidup tak sehat dan aktivitas fisik yang kurang membuat risiko gagal jantung menjadi lebih tinggi.
Hal ini sejalan dengan Sebuah studi 1992 yang meneliti catatan kematian hampir 1.700 orang menemukan bahwa, rata-rata lelaki yang lebih pendek dari 175 cm tutup usia pada usia 71 tahun. Sementara, lelaki yang lebih tinggi dari 190 cm, rata-rata meninggal lebih cepat, yaitu pada usia 64 tahun.
"Hampir pada setiap spesies, individu yang lebih kecil hidup lebih lama," kata Thomas Samaras, yang menjalankan Reventropy Associates di San Diego, sebuah organisasi nirlaba yang meneliti konsekuensi dari pertambahan populasi dunia.
Tinggi orang dewasa yang mengalami gigantisme dapat mencapai 2,25 - 2,40 meter. Akromegali juga merupakan kondisi kelebihan hormon pertumbuhan, hanya bedanya jika gigantisme muncul sejak kanak-kanak, akromegali muncul saat dewasa.
Hormon pertumbuhan diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Hipofisis merupakan kelenjar kecil yang terletak di dasar otak di belakang batang hidung dan menghasilkan sejumlah hormon. (The Sun)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif