Suara.com - Sebuah penelitian terkini mengungkapkan bahwa orang yang memiliki tinggi badan tergolong di atas rata-rata alias jangkung berisiko lebih besar mengidap kanker di kemudian hari.
Studi yang dilakukan Sweden’s Karolinska Institute ini menyebut seseorang yang lebih tinggi 4 cm di atas rata-rata memiliki kemungkinan mengidap kanker sebesar 30 persen.
Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti menggunakan data dari 5.5 juta laki-laki dan perempuan di Swedia yang lahir pada 1938 hingga 1991.
Menurut peneliti, jenis kanker yang terkait dengan tinggi badan ini bermacam-macam, antara lain kanker kulit dan kanker payudara. Namun kanker kulit merupakan jenis kanker yang sangat berhubungan dengan tinggi badan seseorang yakni peningkatan risiko hingga 30 persen untuk setiap 10 cm penambahan tinggi badan.
Sementara untuk kanker payudara, risikonya meningkat 20 persen pada orang yang 10 cm lebih tinggi dibanding tinggi rata-rata orang pada umumnya. Tinggi rata-rata perempuan di Swedia sendiri adalah 170 cm, sedangkan laki-laki berkisar pada 180cm.
"Studi kami menunjukkan bahwa individu lebih tinggi lebih mungkin untuk mengembangkan kanker," kata dr Emilie Benyi, pemimpin studi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hal ini terkait dengan tingkat hormon pertumbuhan yang lebih tinggi pada beberapa orang sehingga meningkatkan perkembangan sel kanker. Alasan lainnya, orang yang memiliki tinggi di atas rata-rata memiliki jumlah sel yang lebih banyak di tubuh mereka dan berpotensi berubah menjadi kanker.
"Alasan ketiga adalah individu dengan tinggi di atas rata-rata memiliki asupan kalori yang lebih tinggi, yang juga dikaitkan dengan kanker," imbuh Benyi. (Daily Mail)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026