Suara.com - Bagi beberapa lelaki, memelihara jenggot adalah satu kebanggaan. Salah satu alasan, jenggot membuat mereka terlihat 'jantan' dan mempengaruhi bagaimana mereka terlihat secara keseluruhan.
Tapi, pernahkah Anda mencoba menggaruk jenggot, dan sesuatu yang memalukan plus menggelikan terjadi? Itu adalah ketika banyak 'serbuk' ketombe yang jatuh dari jenggot tebal Anda.
Ketombe di jenggot sebenarnya tidak seperti ketombe pada kulit kepala. Ini lebih berupa butiran, tidak seperti serpihan. Pada awalnya, Anda mungkin akan mencoba untuk mengabaikannya. Mungkin Anda hanya perlu menggoyangkannya. Tapi seperti ketombe, begitu Anda menggaruk, dia muncul kembali.
"Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang ini. Biasanya ketombe di jenggot lebih pada serbuk putih. Berbeda dari ketombe di kulit kepala," kata Hooman Khorasani, kepala dermatologi dan bedah kosmetik di Mount Sinai's Icahn School of Medicine di New York.
Pada orang tua, lanjut Khorasani, biasanya warnanya lebih kekuningan, sedikit asin, karena kulit yang terkelupas. Tapi sebenarnya, apa sih yang menyebabkan jenggot berketombe, dan bagaimana mengatasinya? Berikut penjelasannya sebagaimana dilansir laman Mens's Health.
1. Tungau di wajah Anda
Penyebab ketombe di jenggot masih diperdebatkan, tapi inilah salah satu teorinya. Tungau wajah Mikroskopis Arakhnida yang dikenal sebagai Demodex Folliculorum, merangkak ke dalam folikel, terutama rambut di pipi Anda atau alis.
Sejumlah penelitian menemukan adanya peningkatan populasi tersebut di wajah banyak pasien dengan berbagai bentuk iritasi kulit.
"Pada dasarnya, tungau hidup di semua kulit kita, dan beberapa dari kita lebih alergi daripada yang lain," kata Khorasani lagi.
2. Kondisi yang umum
Kondisi klinis ketombe di jenggot Anda juga dikenal sebagai Seboroik Dermatitis. Ini disebut sangat umum dialami siapa saja.
"Saya akan mengatakan, 40 persen dari lelaki memilikinya. Bukan hanya di jenggot, kadang-kadang antara alis, sekitar area hidung, atau bahkan di dada," kata Khorasani.
3. Bercukur membuatnya pergi
Cara termudah untuk menyingkirkan ketombe di jenggot? Bercukur! Meski penyebab pasti Seboroik Dermatitis masih belum diketahui, observasi klinis telah menetapkan bahwa ia hanya dapat muncul pada lelaki yang memiliki rambut di wajah.
Ketika Anda membersihkan diri dengan pisau cukur, Anda mungkin tidak akan melihatnya lagi. Tapi ini tentu tidak diinginkan bagi banyak pecinta jenggot, sehingga perlu ditemukan cara yang lebih baik untuk itu.
4. Sampo antiketombe bisa dipakai jika dilakukan dengan benar
Salah satu 'senjata' untuk menghilangkannya adalah dengan sampo antiketombe biasa. Tapi syaratnya, jangan terburu-buru melakukannya.
"Kuncinya adalah untuk membiarkannya selama lima menit. Dibutuhkan sedikit waktu agar bahan aktif meresap ke kulit," kata Khorasani pula.
Jadi, mandilah dengan santai, coba untuk tidak berpikir tentang tungau wajah itu, dan bilaslah setelah lima menit. Ulangi beberapa kali seminggu, bersama dengan pemeliharaan jenggot umumnya, seperti menggunakan pelembab sesudahnya untuk menjaga kulit tetap sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?