Suara.com - Amelia Hill, seorang blogger berusia 41 tahun dari Adelaide, Australia, terpaksa tinggal sendirian dalam sebuah rumah kaca dan hanya mengonsumsi tujuh jenis makanan secara bergantian.
Perempuan yang diberi julukan perempuan gelembung tersebut memiliki tubuh yang menolak pada hampir segala macam benda modern seperti furnitur, majalah, komputer, televisi, WiFi, parfum dan bahkan sesama manusia.
Semuanya bermula ketika Amelia Hills berusia 15 tahun dan tanpa sengaja terkena semprotan anti rayap. Sejak saat itu, ia mulai merasa sakit pada tubuh, ruam, kelelahan bahkan pingsan jika tanpa sengaja 'terkontaminasi' benda-benda tertentu.
Selama bertahun-tahun menderita hal aneh, Amelia tidak pernah mendapatkan diagnosis yang tepat oleh dokter. Banyak dari dokter bahkan memberikan label bahwa Amelia seorang pemurung.
Hingga ketika berusia 33 tahun, seorang dokter berhasil mendiagnosis bahwa ia menderita Multiple Chemical Sensitivity, Sindrom kelelahan kronis dan Ellectrohypersensitivity atau EHS atau kondisi fisiologis dimana ditandai dengan gejala neurologis dan imunologi yang terasa suar ketika terekspos benda elektrik dan magnetik.
Kini kondisi Amelia Hills semakin memburuk karena tubuhnya semakin lemah dan diperburuk dengan sulitnya bantuan medis untuk menangani kondisi Amelia.
"Amelia mengaku kepada saya bahwa ia mulai kehilangan harapan dan dia merasa takut untuk hidupnya. Dia tidak ingin ini menjadi akhir kisahnya. Masih banyak hal yang bisa ia berikan," terang Jenny Buttaccio, sahabat Amelia.
Amelia yang tidur di lantai kamar mandi pada rumah kacanya mengaku, berusaha mengatasi kesepian dengan cara menulis.
"Saya berbicara dengan orang melalui dinding kaca. Bahkan, dalam skenario hancur seperti terjangkit penyakit serius, anda akan menemukan beberapa hal begitu mendalam. Bahwa mereka memiliki potensi untuk membentuk kembali seluruh perspektif anda, dunia anda bahkan nasib anda," papar Amelia. [Daily Mail]
Baca Juga: Atipikal Depresi, Apa Kamu Salah Satunya?
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru