Setelah meninjau ke sejumlah daerah dalam beberapa bulan terakhir, Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada Senin (17/4/2017), kembali melakukan peninjauan pelaksanaan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara. Kali ini Auditorium Siwabessy, Gedung Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jakarta, menjadi lokasi peninjauan Ibu Iriana.
Didampingi Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla dan sejumlah istri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritasi Era Kabinet Kerja (OASE-KK), Ibu Iriana meninjau kegiatan deteksi dini kanker leher rahim melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) tersebut digelar dalam rangka membantu upaya pemerintah guna mengendalikan penyebaran penyakit kanker di Indonesia. Hal ini sejalan dengan kepedulian Ibu Iriana yang menaruh perhatian tinggi terhadap kesehatan perempuan di Tanah Air.
"Ibu Negara sangat memperhatikan. Kita kaum perempuan ini banyak sekali terkena kanker, karena memang yang punya serviks ya perempuan," ujar Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dalam sambutannya.
Apalagi diakuinya bahwa perempuan sangat rentan terhadap penyakit kanker tersebut. Bahkan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, kanker payudara dan kanker leher rahim menjadi salah satu yang memiliki banyak penderita di Indonesia.
"Tadi sudah ada penjelasan dengan jelas dari Ibu Prof. Nila Moeloek bahwa perempuan itu rentan ya, Bu, untuk kena penyakit (kanker)," tutur Ibu Iriana.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Iriana melakukan dialog dengan para peserta. Dirinya pun berpesan agar para peserta melakukan pemeriksaan secara berkala.
"Nanti satu tahun bisa periksa lagi di Puskesmas," ucap Ibu Iriana kepada Maemunah, salah seorang peserta yang telah melakukan IVA Test pada bulan Januari lalu.
Bagi peserta yang belum melakukan pemeriksaan, Ibu Iriana berharap agar mereka mendapatkan hasil yang baik dan terbebas dari penyakit.
Baca Juga: Ibu Negara Hadiri Sosialisasi Pencegahan Narkoba di Pekanbaru
"Insya Allah nanti kalau yang belum tes, nanti hasilnya bagus," ungkapnya.
Dukungan yang secara rutin diberikan Ibu Iriana juga mendapat apresiasi yang tinggi dari Menteri Kesehatan. Mengingat jumlah masyarakat yang melakukan IVA test dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat.
"Apa yang Ibu (Iriana) lakukan dengan Ibu Ida (Mufidah Jusuf Kalla) saya kira suatu hal yang sangat mulia yang menyelamatkan kita kaum perempuan," ujar Nila F. Moeloek.
Turut hadir mendampingi Ibu Iriana, di antaranya Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, dan sejumlah anggota OASE-KK.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?