Suara.com - Seorang dokter asal Inggris memposting sebuah foto tangan dalam aplikasi medis, Figure 1. Foto tersebut, awalnya tidak menunjukkan tanda-tanda keanehan sampai Anda benar-benar jeli dan melihat jumlah jari tangan tersebut.
Ya, dalam foto tersebut terdapat sepasang tangan dengan lebih dari 10 jari seperti normalnya manusia kebanyakan. Namun Dr Anand Sanggar, seorang dokter dari St. George's Hospital London mengatakan, bahwa kondisi medis yang disebut polydactyly tersebut jauh dari kata langka.
Kondisi tersebut, lanjut dia, mempengaruhi satu dari setiap 500 kelahiran di Inggris. Dokter juga mengatakan bahwa semua jari dapat bekerja dengan normal.
Menurut Dr Anand, terkadang kondisi tersebut juga hanya sebuah kulit yang disebut nubbin. Saat dalam kandungan, nubbin ini biasanya akan mati dan terjatuh, karena tidak mendapat suplai darah.
"Ini adalah keanehan kecil yang saya banggakan dan membuat orang-orang sangat tertarik dan jijik dalam waktu bersamaan," papar aktris Inggris berusia 31 tahun, Gemma Arterton yang memiliki jumlah jari tambahan di masing-masing tangannya seperti yang dikutip dari dailymail.co.uk.
Jari pada umunya memiliki bentuk sempurna dan memiliki semua jaringan normal seperti tulang, otot, pembuluh darah dan saraf. Jika sudah begitu, keputusan menghilangkan jari tambahan hanya merupakan alasan estetika. "Jika berfungsi penuh, mungkin tidak perlu dihilangkan," ucap Dr Anand Saggar.
Polydactyly dapat terjadi, karena beberapa alasan seperti kondisi genetik yang disebut Greig's dan warisan. "Apa yang kamu tahu, ini adalah kondisi umum yang terjadi di Afrika khususnya Nigeria," jelas Saggar.
Jadi sudah jelas ya, mereka si pemilik jari lebih dari sepuluh, tak langka-langka amat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan