Suara.com - Budaya, merupakan alasan bagi anak-anak untuk ditindik. Namun, apakah adil melakukan hal itu pada anak tanpa mereka bisa memberikan persetujuan?
Selain itu, apakah secara medis disarankan untuk melakukannya pada bayi, mengingat usia mereka yang masih kecil?
Seorang dokter kandungan, Dr Gannon, yang berbicara dengan Mamamia, mengungkapkan, secara sudut pandang medis tidak ada usia yang sempurna untuk melakukan tindik telinga.
Dr Gannon menuturkan, telinga yang ditindik tetap memiliki risiko perdarahan, infeksi, peradangan ringan, dan jaringan parut. Hal itu berlaku pada usia berapapun, dan tidak berubah tergantung pada apakah seseorang tersebut anak kecil atau dewasa.
Dokter kandungan tersebut juga mengakui, meski ada risiko anak-anak merobek anting-anting, kemungkinan kejadian ini terjadi cukup rendah.
"Tanya pada diri sendiri pertanyaannya 'apakah itu benar-benar perlu dilakukan? dan dalam memilih orang yang akan melakukannya, pastikan hal itu dilakukan dengan standar kebersihan tinggi untuk mengurangi risiko Infeksi," ujar Dr. Gannon.
"Bukannya anak kecil tidak merasakan sakit, tapi kemungkinan mereka mengingat episode tertentu jika dilakukan pada usia mereka baru beberapa bulan," sambungnya, dikutip dari MirrorOnline.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak