Suara.com - Suplemen diet, termasuk minuman berenergi yang telah menjadi gaya hidup saat ini, tidak diatur dan tidak boleh dikonsumsi. Pasalnya, dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah, terutama pada anak-anak.
Hal tersebut disarankan para periset dari Center for Injury Research and Policy dan Central Ohio Poison Center yang keduanya berada Rumah Sakit Anak Nasional di Ohio, Amerika Serikat.
Suplemen diet dengan masalah medis serius adalah produk berenergi, obat-obatan alami dan tradisional. Dalam kategori alami, Yohimbe menyumbang proporsi terbesar hasil medis serius sekitar 28,2 persen.
"Eksposur untuk 'Yohimbe' dan produk berenergi bisa berbahaya, menunjukkan kebutuhan akan kemasan tahan-anak, pendidikan pengasuh dan peraturan FDA tentang zat-zat ini," kata Henry Spiller, Direktur Central Ohio Poison Center di Childrenwide Children's.
Dikatakan, Yohimbe dapat memberikan masalah seksual, kinerja atletik dan penurunan berat badan. Banyak konsumen percaya bahwa suplemen diet memiliki standar keamanan dan kemanjuran yang sama dengan obat lainnya.
"Namun, suplemen diet tidak dianggap obat-obatan, sehingga mereka tidak diharuskan untuk menjalani uji klinis atau mendapatkan persetujuan dari FDA sebelum dijual, kecuali produk tersebut diberi label yang ditujukan untuk penggunaan terapeutik," catat Gary Smith, penulis dan direktur studi senior Center for Injury Research and Policy.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Toxicology, menemukan tingkat penggunaan suplemen makanan meningkat 46,1 persen selama tahun 2000-2002, menurun pada angka 8,8 persen selama tahun 2002-2005 dan meningkat lagi ke angka 49,3 persen pada 2005-2012.
Parahnya, 70 persen penggunaan suplemen diet terjadi di kalangan anak-anak di bawah usia enam tahun dan sebagian besar tidak disengaja. Sebagian besar eksposur atau 97,3 persen terjadi di rumah, dan dalam lebih dari 97 persen kasus, anak tersebut menelan obat tersebut.
Yohimbe dapat menyebabkan perubahan irama jantung, gagal ginjal, kejang, serangan jantung dan kematian.
Baca Juga: Ini yang Terjadi Bila Gigi Dimasukkan dalam Minuman Berenergi
"Produk energi, termasuk minuman, diiklankan untuk meningkatkan energi dan kinerja mental, serta dapat menyebabkan efek klinis yang buruk," kata para peneliti.
Data untuk penelitian ini diperoleh dari National Poison Data System, yang dikelola oleh American Association of Poison Control Centres (AAPCC). [Zeenews]
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi