Suara.com - Apakah Anda pernah melakukan donor darah? Katanya, mendonorkan darah dengan rutin bisa menjaga tubuh selalu sehat, karena siklus darah di dalam tubuh menjadi baik. Bahkan disebutkan juga bila donor darah dapat membuat timbangan berat badan Anda turun.
Namun, Anda juga perlu mengetahui bahwa ternyata tak semua orang dapat mendonorkan darahnya. Ini dikarenakan kondisi usia, berat badan dan kondisi kesehatan bisa mempengaruhi kualitas darah, bahkan bisa mempengaruhi kesehatan orang yang mendonorkan darah.
Lantas, siapa saja yang boleh dan tak boleh donor darah? Berikut ulasan yang dihimpun oleh hellosehat.com.
Kegiatan donor darah sekarang tak hanya dilakukan di rumah sakit atau di markas Palang Merah Indonesia (PMI), tapi juga di tempat-tempat umum dan ramai seperti mal. Hal ini ditujukan agar semakin banyak orang menjadi relawan dan mendonorkan darahnya.
Bila Anda berusia 17-66 tahun, memiliki kondisi kesehatan yang sehat dan berat badan lebih dari 50 kg, Anda boleh mendonorkan darah. Bahkan, Anda dapat menjadikannya sebagai sebuah rutinitas dan mencoba sendiri manfaatnya bagi kesehatan.
Lalu siapa yang tidak dianjurkan untuk mendonorkan darahnya? Anda perlu mengetahui bahwa tak hanya usia dan status sehat secara umum yang dilihat ketika ingin mendonorkan darah, tapi riwayat kesehatan dan beberapa kebiasaan lainnya juga menjadi syarat untuk menjadi pendonor.
Berikut adalah kondisi di mana Anda tidak dianjurkan untuk mendonorkan darah:
1. Memiliki tekanan darah tinggi
Bila tekanan darah Anda lebih dari 180/100 mmHg, maka Anda tidak dapat melakukan donor darah. Jika tetap melakukannya, maka hanya akan membahayakan kondisi Anda.
2. Mengalami flu dan batuk
Meski bukan suatu penyakit yang parah, kondisi ini membuat tubuh menjadi tidak bugar dan segar. Jika ingin mendonorkan darah, sebaiknya pulihkan dahulu kondisi Anda.
3. Baru saja ditindik di tubuh
Anda tak boleh mendonorkan darah bila terdapat tindik di bagian lidah, hidung, pusar, dan bagian tubuh lain yang baru dipasangkan dalam waktu 12 bulan sebelumnya. Sementara, tindik di telinga masih diperbolehkan untuk mendonor.
4. Mengalami diabetes yang tak terkontrol
Penderita diabetes yang kadar gula darahnya tak normal, tak dianjurkan untuk mendonorkan darah.
5. Mengalami infeksi yang akut
Anda yang sedang menjalani pengobatan menggunakan antibiotik, sebaiknya tak mendonorkan darah terlebih dahulu. Ini dikarenkan antibiotik yang Anda minum bisa ditularkan melalui darah yang Anda donorkan.
6. Mengalami gangguan fungsi jantung
Jika Anda mengalami penyakit jantung seperti serangan jantung dalam waktu 6 bulan terakhir, maka Anda harus menunda mendonorkan darah.
7. Menderita penyakit menular seksual
Menderita penyakit menular seksual, seperti sifilis atau gonore dalam 12 bulan terakhir. Anda harus menunggu 12 bulan setelah pengobatan Anda benar-benar selesai untuk dapat mendonorkan darah.
8. Hamil
Ibu hamil tak boleh mendonorkan darahnya. Bila ingin donor darah, maka ibu hamil harus menunggu hingga 6 bulan setelah kelahiran.
9. Berat badan kurang dari 50 kg
Jumlah darah seseorang sesuai dengan proporsi berat badan dan tinggi badannya. Orang dengan berat badan terlalu ringan dianggap memiliki jumlah darah yang sedikit sehingga dikhawatirkan tidak dapat mentoleransi pengambilan darah sejumlah yang dibutuhkan dalam proses donor darah.
Selain itu, Anda tidak pernah boleh mendonorkan darah bila memiliki riwayat penyakit berikut:
- HIV Positif
- Pembawa Hepatitis B dan Hepatitis C
- Pernah menggunakan narkoba dan obat-obatan terlarang.
Untuk mengetahui apakah Anda memiliki kondisi tersebut, dianjurkan untuk memeriksakan diri dulu ke dokter sebelum mendonorkan darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik