Suara.com - Tora Sudiro disepakati menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) di Cibubur, Jakarta Timur, sejak Senin (7/8/2017), karena menderita sindrom Tourrette selama dua tahun.
Sindrom Tourette adalah gangguan neuropsikiatri di mana penderita melakukan tics atau serangkaian gerakan spontan yang berulang-ulang di luar kontrol atau kendalinya, dan bersifat tiba-tiba. Sekitar 100 ribu orang Amerika mengidap sindrom tourette, namun lebih umum diderita anak laki-laki daripada anak perempuan pada usia 2-15 tahun.
Seorang anak dapat mengalami tics pada usia tertentu, dan umumnya terjadi secara hilang timbul dan biasanya menghilang dalam satu tahun. Pada penderita sindrom tourette, terjadi berbagai jenis tics selama beberapa kali dalam satu hari dan berlangsung selama lebih dari satu tahun.
Penyebab
Sindrom tourette telah dikaitkan dengan berbagai bagian otak, termasuk daerah yang disebut ganglia basal, yang membantu mengendalikan gerakan tubuh.
Perbedaan dalam sindrom ini dapat memengaruhi sel saraf dan bahan kimia yang membawa pesan di antara keduanya. Periset menganggap, masalah di jaringan otak ini mungkin berperan dalam tourette.
Dokter tidak tahu persis apa yang menyebabkan masalah ini di otak, diperkirakan gangguan ini terjadi dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
Jenis kelamin laki-laki dan adanya anggota keluarga yang mengalami sindrom tourette atau gangguan tics lainnya akan meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom tourette.
Gejala
Tics merupakan gejala utama dari sindrom tourette yang dilakukan tanpa sengaja. Perilaku tics juga tidak memiliki maksud atau tujuan apapun, karena penderita tidak dapat mengendalikan kemunculannya.
Beberapa klasifikasi tics yang umumnya dilakukan, antara lain:
- Motor tics, yaitu melakukan gerakan secara berulang dan dapat melibatkan kelompok otot dalam jumlah yang terbatas (simple tics) maupun beberapa otot sekaligus (complex tics).
Beberapa gerakan yang termasuk ke dalam simple motor tics adalah mengerdipkan mata, membuka mulut, mencibir, mengedutkan mulut, menganggukkan kepala, atau menggelengkan kepala. Beberapa gerakan yang termasuk ke dalam complex motor tics adalah menyentuh, mengulang pergerakan suatu benda, menekuk atau memutar badan, dan meloncat-loncat.
- Vocal tics, yaitu membuat suara-suara yang turut melibatkan otot dalam jumlah terbatas (simple tics) maupun beberapa kelompok otot sekaligus (complex tics).
Beberapa contoh dari simple vocal tics adalah batuk, membuat suara menyerupai binatang, misalnya menggonggong. Perilaku anak dengan simple vocal tics juga sering menggerutu tanpa alasan. Beberapa contoh dari complex vocal tics adalah mengulang perkataan sendiri (palilalia) dan mengulang perkataan orang lain (echophenomena).
Tics merupakan gejala yang pada level tertentu dapat menyebabkan kesulitan bagi anak dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Gejala lain yang juga mengikuti sindrom Tourette dan terkadang bisa cukup mengganggu, antara lain:
Koprolalia, yaitu menggunakan kata-kata atau umpatan yang vulgar, kotor, dan tidak sopan secara sengaja. Penting diingat hal ini tidak merefleksikan kepada karakter moral penderita atau cara asuh anak.
Perilaku noncabul namun tidak pantas dilakukan di tengah kehidupan sosial, seperti mengeluarkan komentar yang kasar dan tidak pantas.
Tics dapat bertambah parah jika penderita mengalami stres, cemas, kelelahan, atau sebaliknya terlalu bersemangat.
Diagnosis
Jika Anda atau anak Anda memiliki gejala sindrom tourette, dokter mungkin ingin Anda menemui ahli saraf, spesialis yang menangani penyakit pada sistem saraf.
Tidak ada tes untuk kondisi ini, tapi dia akan mengajukan pertanyaan kepada Anda, seperti:
Baca Juga: Idap Sindrom Tourette, Alasan Tora Sudiro Pakai Dumolid
Apa yang kamu perhatikan yang membawamu ke sini hari ini?
Apakah Anda sering menggerakkan tubuh Anda dengan cara yang tidak dapat Anda kendalikan? Sudah berapa lama?
Apakah Anda pernah mengatakan sesuatu atau membuat suara tanpa bermaksud? Sejak kapan?
Apakah Anda merasa cemas atau sulit fokus?
Apakah ada orang lain di keluarga Anda yang memiliki gejala seperti ini?
Dokter mungkin akan melakukan beberapa tes lain untuk memastikan diagnosis sindrom tourette, misalnya melakukan dengan tes darah dan MRI scan untuk mengenyampingkan penyebab tics oleh penyakit lain.
Pengobatan
Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan sindrom tourette. Namun, jika kondisi ini menjadi masalah, dokter Anda mungkin meresepkan obat untuk membantu menanganinya.
Perlu beberapa saat untuk menemukan dosis yang tepat yang membantu mengendalikan tics tapi menghindari efek samping, jadi bersabarlah saat Anda dan dokter Anda mengatasinya.
Beberapa terapi psikologis dapat membantu meredakan gejala dan permasalahan yang dipicu oleh sindrom ini, seperti mengendalikan tics saat di sekolah dan menyalurkannya kembali di rumah. Beberapa terapi yang mungkin dilakukan adalah CBT (cognitive behavioural therapy), latihan pembalikan kebiasaan, dan terapi pencegahan eksposur dan respons.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif