Health / Men
Selasa, 08 Agustus 2017 | 08:53 WIB
Tora Sudiro dan Mieke Amalia [Instagram @miekeamalia]

Obat-obatan

Selain clonazepam-a benzodiazepine, obat-obatan golongan antipsikotik umumnya digunakan untuk mengurangi terjadinya tics pada kasus sindrom tourette yang lebih parah.

Pengobatan ini bertujuan agar anak dapat melakukan aktivitas harian dengan baik sekaligus meminimalkan efek samping dari obat-obatan yang digunakan.

Obat-obatan dapat meliputi:

Haloperidol (haldol), fluphenazine (Prolixin), dan pimozide (Orap), yang bekerja pada zat kimia otak yang disebut dopamin untuk mengendalikan tics.
Clonidine (Catapres) dan guanfacine (Tenex, Intuniv)), obat tekanan darah tinggi yang juga bisa mengobati tics.
Fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft), dan antidepresan lainnya, yang dapat mengurangi kecemasan, kesedihan, dan gejala obsesif kompulsif.

Seiring dengan pengobatan, Anda mungkin ingin mempertimbangkan terapi bicara. Seorang psikolog atau konselor dapat membantu Anda memelajari bagaimana menangani masalah sosial yang mungkin ditimbulkan oleh gejala dan gejala lainnya.

Mengenai prosedur penanganan sindrom tourette, kondisi anak-anak dengan sindrom ini cenderung membaik seiring berjalannya waktu. Pada beberapa kasus, gejala yang muncul dapat berkurang atau menghilang ketika anak makin dewasa. Namun, pada sebagian kasus lainnya, gejala dapat terus ada hingga anak beranjak dewasa. (WebMD)

Load More