Suara.com - Bagi orang dengan kulit sensitif, menemukan pelembab yang tidak menyebabkan rasa gatal atau bahkan iritasi merupakan sebuah tantangan, karena memang sulit didapat. Oleh karena itu ketika ada produk yang menggadang-gadang sebagai produk bebas aroma, hypoallergenic atau kurang bersifat alergi dan sudah dites dermatologi, sudah pasti akan menjadi incaran.
Namun sayangnya, sebuah studi terbaru di JAMA Dermatology menunjukkan bahwa klaim ini seringkali tidaklah benar. Ketika para periset di Northwestern University Feinberg School of Medicine mengevaluasi ramuan 100 produk pelembab tubuh terlaris yang dijual di Target, Walmart dan Amazon, peneliti menemukan bahwa produk dengan label tersebut sering mendapat label harga yang lebih tinggi dan mengklaim tanpa bahan kimia yang dikenal sebagai penyebab iritasi atau potensial menyebabkan alergen.
Klaim yang tidak akurat dan harga yang lebih tinggi ini, kata peneliti, menyulitkan orang yang memiliki kulit sensitif atau gangguan kulit untuk menemukan pelembab yang terjangkau dan aman. Konsumen mungkin perlu mendapatkan rekomendasi spesifik dari ahli kulit sendiri, atau lebih memperhatikan bahan-bahan yang sebenarnya ada dalam sebuah produk dan bukan hanya klaim pada iklan saja.
Mereka menemukan bahwa 45 persen produk yang diklaim bebas wewangian sebenarnya memiliki setidaknya satu bahan kimia yang diklasifikasikan sebagai reaktor silang wangi atau bahan tumbuhan oleh North American Contact Dermatitis Group atau NACGD. Hal yang lebih mengganggu adalah fakta bahwa 83 persen produk berlabel hypoallergenic ternyata mengandung bahan kimia yang berpotensi alergi. Sebagai tambahan, 95 persen produk disebut-sebut telah direkomendasikan oleh dokter kulit.
"Kami melihat apa artinya menjadi 'direkomendasikan oleh dokter kulit', dan itu tidak berarti banyak," kata penulis utama penelitian Dr. Steve Xu, instruktur dermatologi di Northwestern dilansir time.com.
Secara keseluruhan, menurut NACGD, hanya 12 merek pelembab terlaris yang dinyatakan bebas dari alergen. Xu menekankan bahwa pelembab merupakan bagian penting dalam merawat kelainan kulit atau kulit sensitif, karena pelembab bisa mengurangi peradangan dan ketidaknyamanan serta membantu mencegah infeksi.
Pelabelan yang lebih baik juga belum tentu merupakan sebuah solusi. "Jika produsen mencantum daftar semua bahan, label mereka akan menjadi 75 halaman," kata Xu.
Sebagai gantinya, ia berharap penelitiannya akan membantu ahli dermatologi lebih memahami sains di balik pelembab terlaris, sehingga mereka bisa merekomendasikan produk yang harganya terjangkau dan efektif.
"Daripada menciptakan seperangkat aturan untuk pasien, kami menyarankan agar para ahli dermatologi sespesifik mungkin untuk merekomendasikan merek dan jenis produk kepada pasien mereka," katanya.
Penulis penelitian juga mengatakan bahwa penting juga bagi konsumen untuk mengetahui bahwa produk yang diberi label "alami" atau "organik" tidak harus lebih aman atau kurang alergi, tulis para penulis di koran mereka. Karena sebenarnya menurut mereka, produk yang dipasarkan sebagai "all natural" memiliki jumlah alergen dan iritasi potensial tertinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini