Yoga juga dipercaya bisa membantu orang pulih setelah pengobatan kanker. Sebuah studi dari para periset di Ohio State University mengamati 200 penderita kanker payudara yang telah menyelesaikan pengobatan dalam tiga tahun terakhir dan ditugaskan untuk 12 minggu melakukan kelas yoga atau tanpa yoga. Para periset menemukan bahwa perempuan yang mempraktikkan yoga memiliki tingkat kelelahan dan tanda peradangan yang lebih rendah daripada perempuan yang tidak melakukan yoga.
4. Tidur
Tidur adalah bagian penting dari kesehatan yang baik, dan para ahli merekomendasikan agar orang dewasa tidur antara tujuh sampai sembilan jam setiap malam. Akumulasi penelitian juga menunjukkan bahwa jumlah tidur yang didapat seorang perempuan terkait dengan kelangsungan hidup yang lebih baik. Pada 2016, para peneliti menemukan bahwa perempuan yang tidur kurang dari lima jam semalam rata-rata sebelum didiagnosis menderita kanker payudara hampir 1,5 kali lebih mungkin meninggal akibat kanker payudara daripada perempuan yang melaporkan tidur tujuh sampai delapan jam. Studi ini hanya menemukan hubungan antara lebih banyak tidur dan kelangsungan hidup yang lebih besar, namun hasil kesehatan yang buruk terkait dengan kurang tidur sudah sangat bisa dipercaya.
5. Waktu perawatan
Penelitian masih dalam tahap awal. Namun pada 2014, periset di Weizmann Institute of Science di Israel menemukan bukti pada tikus yang menunjukkan bahwa pengobatan kanker mungkin lebih efektif di malam hari, berkat proses tubuh tertentu yang terjadi di malam hari.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, mereka melaporkan bahwa produksi hormon steroid pada siang hari menghambat pertumbuhan reseptor tertentu yang ditargetkan obat kanker. Karena penelitian ini dilakukan pada tikus, ilmuwan belum tahu apakah terapi malam hari bekerja lebih baik pada manusia. Meski begitu, ini bukan penelitian pertama yang menyarankan agar tubuh menerima pengobatan pada malam hari.
6. Meditasi
"Di luar merawat tubuh Anda, penting juga untuk merawat pikiran Anda," kata Partridge.
"Bila Anda secara emosional tidak melakukannya dengan baik, Anda akan merasakan hal-hal yang lebih secara fisik."
Partridge mengatakan bahwa ketika orang merasa lelah, stres atau kesal, mereka mungkin menganggap gejala fisik kanker mereka lebih buruk.
Baca Juga: Kocak! Insiden 'Kaus yang Tertukar' pada Laga Napoli
Partridge merekomendasikan untuk menerapkan praktik seperti meditasi mindfulness. Tinjauan tahun 2014 tentang penelitian yang ada menemukan bahwa meditasi efektif dalam menangani gejala gangguan mood yang umum terjadi pada perempuan dengan diagnosis kanker payudara baru-baru ini.
Berita Terkait
-
Ayah Mertua Marini Zumarnis Kena Kanker Payudara
-
Paparan Cahaya di Malam Hari Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
-
Mamografi Usia 40 Kurangi Risiko Kematian karena Kanker Payudara
-
Survivor Kanker Ini Dapat Wig dari Orang Asing di Facebook
-
Terapi Penggantian Hormon Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol