Suara.com - Bagi masyarakat Indonesia, air kelapa atau air degan, bisa memberikan kesegaran bagi tubuh. Tapi, tahukah Anda air kelapa juga memiliki ragam manfaat kesehatan?
Disampaikan dr Karin Wiradarma dari Klikdokter, air kelapa kaya akan zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Air dari buah berwarna kehijauan ini kaya akan serat sehingga dapat memperlancar sistem pencernaan dan memicu rasa kenyang timbul lebih lama.
"Kalorinya juga tergolong rendah, sekitar 46 kalori dan karbohidratnya hanya 9 gram sehingga tidak akan menyebabkan lonjakan berat badan dan aman bagi pelaku diet," ujar dia dalam diskusi "Manfaat Air Kelapa dan Pesona Indonesia" di Jakarta, Jumat (29/9/2017).
Air kelapa, lanjut Karin, juga jenis minuman yang dapat menggantikan cairan tubuh. Kandungan elektrolit didalamnya, seperti magnesium dan kalium yang cukup tinggi, membuat air kelapa sempat dijadikan cairan pengganti infus pada zaman perang dunia.
"Air kelapa komposisinya serupa dengan cairan tubuh. Begitu juga kalau sehabis olahraga kehausan, minum air kelapa bisa mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang," tambah dia.
Selain itu, air kelapa, kata dia, juga cenderung tidak mengandung kolesterol dan natrium sehingga aman dikonsumsi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi.
Bahkan mengonsumsinya setiap hari disebut-sebut dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit terkait penuaan seperti jantung koroner hingga diabetes melitus.
"Air kelapa juga mengandung antioksidan yang penting dalam mencegah terbentuknya radikal bebas. Seperti kita tahu radikal bebas sumber dari penyakit penuaan yang bisa menjangkit tubuh kita seperti penyakit jantung, batu ginjal hingga diabetes," paparnya.
Baca Juga: Miris, Sejak SMP Perempuan Ini 'Dipaksa' Nikah oleh Orang Tua
Foto: dr Karin Wiradarma (ketiga dari kiri). {Suara.com/Firsta Nodia]
Masyarakat pun kini dapat merasakan manfaat air kelapa asli dengan bentuk yang lebih praktis dalam minuman Hydro Coco.
Arwin N. Hutasoit, head of marketing Kalbe Beverages PT Kalbe Farma Tbk, mengatakan minuman Hydro Coco berasal dari air kelapa asli dari perkebunan di Kepulauan Riau.
"Minuman ini tidak menggunakan bahan pengawet maupun pemanis buatan dan diproses dalam Ultra High Temperature (UHT) sehingga tahan lama meski tanpa tambahan pengawet," tambahnya.
Lebih jauh, Arwin mengatakan, saat ini Hydro Coco memiliki kemasan baru yang menampilkan ragam wisata yang ada di Tanah Air. Hal ini sebagai bentuk dukungan promoso bagi pariwisata Indonesia.
Beberapa lokasi wisata yang muncul pada kemasan Hydro Coco antara lain Pulau Padar di Labuan Bajo, Broken Beach di Nusa Penida Bali, Raja Ampat di Papua dan Pantai Atuh di Nusa Penida Bali.
Tag
Berita Terkait
-
Smartwatch Kini Bisa Baca Risiko Diabetes? Ini Fitur Huawei Watch Fit 5 Pro
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?