Suara.com - Sejak media sosial booming, "pamer" foto kegiatan sehari-hari, foto kebersamaan dengan teman dan keluarga saat liburan, menjadi salah satu kegiatan yang paling banyak digemari penggunanya.
Kegiatan ini juga banyak dilakukan para orangtua, terutama yang memiliki anak. Berbagai pose anak, sedang sama siapa dan di mana, di-posting secara detail, seakan ingin memberi tahu semua orang bahwa mereka juga mengikuti tren kekinian.
Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan aktivitas mem-posting foto. Namun, seorang dokter anak bernama Kristie Rivers mengungkapkan, sebaiknya Anda mengetahui beberapa fakta sebelum mem-posting foto anak. Menurutnya, seiring dengan berbagai usaha tersebut, tanpa disadari kita turut mengekspos anak-anak ke dunia maya, dengan cara yang buruk yang pernah kita inginkan.
Dari saat kita mengumumkan kelahiran mereka ke dunia, mendokumentasikan setiap perkembangannya, ulang tahun, kehilangan gigi dan hari pertamanya masuk ke sekolah.
"Kadang-kadang tanpa menyadarinya, kita mengungkapkan di mana mereka berada, apa yang mereka sedang pikirkan dan katakan, bagaimana mereka berperilaku tidak baik, dan siapa mereka," ujar Kristie kepada situs bundoo.com.
Kita semua berpikir, sudah mengabadikan momen, menangkap dan berbagi kepolosan masa kanak-kanak mereka yang lucu, dan menggemaskan. Namun, apakah pernah terpikir Anda mungkin menempatkan anak-anak dalam bahaya dengan satu kali klik atau posting-an sederhana?
Setiap saat, lanjut Kristie, ada orang-orang di luar sana yang tidak memiliki niat baik ketika berhubungan dengan anak-anak. Di media sosial, kita tidak tahu siapa yang akan melihat gambar dan informasi ini.
"Anak laki-laki saya yang berusia 10 tahun baru-baru ini menghadiri sebuah presentasi sekolah mengenai keamanan di internet, di mana pembicara tersebut menekankan 'Publik dan Permanen'," ungkapnya.
Anak laki-laki Kristie memberikan contoh predator internet yang akhirnya ditangkap setelah mencoba mendapatkan berbagai informasi pribadi tentang anak-anak.
Baca Juga: Begini Cara Membuat Anak Merasa Bahagia
"Anak saya pulang ke rumah dan memberi tahu suami saya bahwa kami orangtuanya, perlu meminta izin pada dirinya terlebih dahulu, sebelum memposting fotonya di Facebook," ujar Kristie..
Ya, pada usia tertentu anak-anak menjadi sangat sadar akan kehadiran mereka di dunia maya. Mengapa tidak mengajari mereka tentang kehadiran internet juga?
Pada titik tertentu, kita menjadi kurang bertanggung jawab atas keselamatan fisik mereka. Namun, kita dapat mengajari mereka untuk tetap aman saat berhubungan dengan media sosial.
"Saya sudah mulai menggunakan cara lain untuk berbagi foto anak-anak, hanya dengan teman dan keluarga saja. Tentu, saya sesekali tetap akan mem-posting foto anak-anak saya di media sosial, tapi jumlahnya sedikit, dan tanpa detail yang merinci," tandasnya.
Karena hak istimewa dan tanggung jawab terbesar untuk menjadi orangtua, kata dia, adalah menjaga anak-anak tetap aman, tidak peduli berapa umur mereka. (Bundoo)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan