Suara.com - Menemukan obat untuk kanker ternyata dapat Anda lakukan saat tidur. Itu dapat dilakukan dengan ponsel pintar Anda.
Tidak akan dikenakan biaya sepeser pun, bahkan tidak memerlukan gelar universitas. Yang harus Anda lakukan adalah, menyambungkan ponsel cerdas Anda ke pengisi daya, terhubung ke Wi-Fi, dan mengakses Garvan Institute ke daya komputasi Anda.
Riset kanker yang dilakukan laboratorium sains tradisional dan memasuki dunia genom manusia, sejumlah daya komputasi diperlukan untuk melacak penyebab dan penyembuhan penyakit kompleks ini.
Aplikasi Dreamlab, sebuah kemitraan antara The Garvan Institute dan Vodafone Foundation membantu dengan menyisir kekuatan pemrosesan smartphone individual menjadi sebuah superkomputer yang dapat memecahkan masalah genomik yang kompleks.
Sampai saat ini, lebih dari 90 ribu orang Australia dengan ponsel android telah membantu menghasilkan 17,5 juta kalkulasi yang membantu memprediksi perawatan mana yang akan menyelamatkan nyawa pasien kanker. Pengguna iPhone juga bisa menyumbangkan data mereka yang tidak terpakai.
Periset di Institut Garvan sedang menguji genom penderita kanker dan tumor untuk mengetahui apakah obat yang digunakan untuk satu jenis kanker seperti kanker payudara dapat digunakan, katakanlah untuk kanker pankreas.
Beberapa kanker pankreas memiliki dasar molekuler yang sama dengan kanker payudara positif HER 2, dan dapat diobati dengan obat kanker payudara. Kanker pankreas lainnya terlihat serupa dengan tiga jenis kanker payudara negatif dan dapat diobati dengan cara itu.
Garvan sedang membangun perpustakaan yang akan mengidentifikasi semua jenis kanker berdasarkan profil genetik mereka, sehingga di kemudian hari jika Anda terkena kanker, genom Anda akan diurutkan dan dokter Anda akan meresepkan pengobatan berdasarkan genom kanker Anda, bukan di tempat yang muncul di tubuh Anda.
Garvan Institute mengatakan, kita harus berhenti memikirkan di mana di dalam tubuh terjadi kanker dan sebagai gantinya cari tahu dasar molekuler dan perawatannya dengan cara itu.
Baca Juga: Perempuan Obesitas, Hati-hati Diincar Kanker Payudara!
Masalahnya adalah, mengurutkan genom satu individu untuk menguji apakah mereka memiliki mutasi yang akan merespons perawatan ini membutuhkan sekitar 300 gigabyte atau setara dengan 1,5 juta halaman A4.
Garvan telah mengunggah sebuah proyek yang membandingkan genom kanker yang berbeda untuk menemukan persamaan dan perbedaan dalam kode genetik mereka. Saat Anda menghubungkan telepon Anda ke Dreamlab, download beberapa perhitungan yang diperlukan untuk proyek ini dan bawa mereka keluar saat Anda tidur.
"Jika semua orang dengan ponsel cerdas terhubung, mereka dapat membantu saya memecahkan teka-teki kanker," kata peneliti Garvan Dr Samatha Oakes.
"Semakin banyak ponsel yang kita miliki, semakin banyak daya proses yang bisa digunakan. Kami menargetkan satu juta pengguna," sambungnya. (News.com.au)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?