Suara.com - Saat ini, tren diabetes tidak hanya diderita oleh kelompok usia tua tetapi juga mereka yang masih produktif di usia muda. Selain diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, ada juga jenis diabetes yang hanya mempengaruhi perempuan hamil, yaitu diabetes gestasional.
Berdasarkan riset International Diabetes Federation, 90 persen kasus diabetes pada perempuan hamil merupakan kasus diabetes gestasional. Kondisi ini juga sangat berbahaya dan menjadi penyebab utama kasus kematian ibu dan bayi, serta menimbulkan komplikasi serius pada proses persalinan.
"Kondisi ini sangat berdampak signifikan baik pada ibu dan anak. Signifikan dalam arti kata membahayakan," kata ahli Endokrin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Farid Kurniawan SpPD pada acara Peringatan Hari Diabetes Sedunia di Derektorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P), Jakarta Pusat, Selasa, (21/11/2017).
Kondisi ini sendiri terjadi ketika seorang perempuan hamil mengalami gangguan toleransi karbohidrat, yang mengakibatkan kadar gula darah meningkat dan pertama kali diketahui pada saat kehamilan.
Pada data yang dipaparkan dr. Farid diketahui, ada sekitar 1.9 persen hingga 3.6 persen perempuan Indonesia yang mengalami masalah diabetes gestasional. Parahnya lagi, diprediksi ada sekitar 10 sampai 25 persen perempuan mengalami diabetes gestasional yang tidak terdiagnosis.
Beberapa risiko yang membuat seorang perempuan dapat mengalami masalah diabetes gestasional adalah usia saat hamil yang lebih tua, kegemukan, kenaikan berat badan yang berlebih saat hamil, ada riwayat pada keluara, riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya, ada riwayat stillbirth, riwayat glukosuria atau kadar gula berlebih pada urin saat hamil, dan riwayat melahirkan bayi besar diatas 4000 gram.
"Betul, kondisi ibu akan kembali normal setelah lahiran. Tapi kalau sudah ada (diabetes gestasional), ada peningkatan gula darah dan dia bisa terkena diabetes tipe dua. Tidak ada jaminan tidak akan terkena diabetes dikemudian hari," lanjut dr. Farid.
Meskipun diabetes gestasional hanya bersifat sementara, Farid mengatakan bahwa lebih dari 50 persen perempuan hamil dengan diabetes gestasional, rentan menderita diabetes tipe dua yang umumnya berkembang dalam jangka waktu lima sampai 10 tahun.
Kabar baiknya adalah fase diabetes gestasional menuju diabetes tipe dua, dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih baik. Semua itu dilakukan dengan tiga aktivitas utama, yaitu peningkatan aktivitas fisik seperti berolahraga, membiasakan konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini faktor risiko kesehatan secara berkala.
Baca Juga: Enam Mitos Diabetes yang Kerap Menyesatkan
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius