Suara.com - Perusahaan yang bergerak di bidang makanan, pertanian, keuangan, produk industri dan jasa, Cargill kembali mewujudkan komitmennya mendukung peningkatan kesehatan anak Indonesia melalui pemberian donasi sebesar USD100 ribu atau setara Rp1,3 miliar.
Donasi tersebut diberikan kepada Yayasan Ronald McDonald House Charities Indonesia atau RMHC Indonesia. Diharapkan, sumbangan ini dapat memperluas layanan program pemberian imunisasi bagi 39 ribu balita di Indonesia
"Program ini membuat Kita bangga menjadi bagian dari korporasi, karena salah satu bentuk komitmen Kita pada masyarakat sekitar di mana Kita beroperasi dan memberikan manfaat dari program ini," kata Corporate Affairs Director PT Cargill Indonesia, Arief Susanto dalam acara penyerahan sumbangan secara simbolis di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).
Nantinya donasi dari Cargill akan digunakan dalam kegiatan imunisasi untuk balita yang menjangkau wilayah Jakarta dan sekitarnya, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, juga Maluku lewat program Ronald McDonald Care Mobile.
Selain itu, donasi juga akan digunakan untuk mendukung penyediaan rumah singgah bagi keluarga pasien anak yang mendapat perawatan kesehatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
"Tidak hanya imunisasi, donasi dari Cargill juga akan mendukung rumah singgah Ronald McDonald House yang berkapasitas 12 kamar tidur berlokasi di Unit Kiara RSCM," ungkap Ketua Yayasan RMHC Indonesia, Caroline Djajadiningrat dalam kesempatan sama.
Sasaran dari program rumah singgah ini adalah keluarga yang berasal dari lokasi yang jauh dari RSCM, dan kesulitan mencari penginapan selama perawatan sang buah hati karena alasan ekonomi.
"Donasi Cargill akan membantu kami memberikan perhatian dan perawatan bagi keluarga pada saat dan di lokasi yang memang amat dibutuhkan," papar Caroline.
Baca Juga: Tujuh Tanda Masalah Kesehatan Anak yang Tak Boleh Diabaikan
Dengan luas 264 m persegi, rumah singgah Ronald McDonald House memiliki 12 kamar tidur, empat kamar mandi, area binatu, dapur, ruang keluarga, dan perpustakaan.
"Pada intinya sebagai korporasi kami bertanggung jawab pada masyarakat sekitar tempat kita beroperasi. Senantiasa berusaha memenuhi komitmem kami untuk mensejahterakan masyarakat dunia. Seperti visi kami, dengan cara yang bertanggung jawab, dengan cara yang aman, dengan cara yang berkesinambungan," tutup Arief Susanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat