Health / Women
Selasa, 12 Desember 2017 | 06:01 WIB
Ilustrasi kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian terbaru menyebutkan tinggal di negara dengan suhu rendah atau daerah dingin dapat meningkatkan seseorang terkena penyakit kanker. Negara dingin seperti Denmark dan Norwegia memiliki insiden kanker tertinggi di dunia.

Periset University of Cyprus menyatakan ada hubungan evolusioner antara adaptasi pada kondisi lingkungan yang ekstrim seperti suhu dingin dan tinggi dengan meningkatnya risiko kanker pada manusia.

"Temuan penelitian ini memberikan bukti bahwa varian genetik yang ditemukan bermanfaat di lingkungan yang ekstrim, juga dapat menjadi predisposisi kanker," kata Konstantinos Voskarides, dari University of Cyprus.

"Resistansi sel pada suhu rendah dan pada ketinggian mungkin meningkatkan probabilitas keganasan. Efek ini hampir tidak dapat disaring oleh seleksi alam karena kebanyakan kanker muncul di usia lanjut setelah kebanyakan orang memiliki keturunan," kata Voskarides lagi.

Peneliti memusatkan perhatian pada efek suhu rendah, baik yang ada di iklim Arktik Skandinavia atau di tempat ketinggian.

Analisis mereka berfokus pada hubungan antara risiko kanker dan suhu tahunan secara rata-rata. Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa lingkungan yang sangat dingin berkontribusi terhadap risiko kanker.

Untuk penelitian ini, peneliti dengan hati-hati memeriksa data kejadian kanker di seluruh dunia.

Pola yang mencolok muncul dengan adanya kejadian kanker tertentu sangat tinggi bila dikaitkan dengan populasi yang tinggal di lingkungan dingin. Selain itu, analisis terhadap 186 populasi manusia juga menunjukkan linearitas kejadian kanker yang tinggi dengan semakin rendah suhu lingkungan suatu tempat.

"Data menunjukkan bahwa populasi ini menunjukkan kejadian kanker yang sangat tinggi, terutama untuk kanker paru-paru, payudara dan kolorektal," kata Voskarides.

Baca Juga: Mau Cegah Kanker Payudara? Turunkan Berat Badan!

"Ini adalah studi pertama yang memberikan bukti bahwa risiko kanker tinggi mungkin merupakan hasil adaptasi evolusioner dalam kondisi lingkungan tertentu," katanya dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Biology and Evolution.

Tag

Load More