Mereka mempertahankan rata-rata lima "teman dekat" untuk mereka dapat bersantai, mendiskusikan masalah pribadi, atau meminta pertolongan.
Periset APA menemukan bahwa anggota generasi X dan milenium melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi daripada generasi yang lebih tua. Mereka juga tampaknya memiliki lebih banyak kesulitan untuk mengatasi masalah tersebut.
Selain stres, perawatan rambut milenial juga berkontribusi terhadap rambut rontok. "Bleaching dan pewarnaan rambut yang berlebihan bisa merusak rambut dengan serius," katanya.
Tak hanya itu, ekstension rambut juga bisa melemahkan folikel rambut, sehingga menyebabkan lebih banyak rambut rontok.
Beranjak dari kondisi itulah milenial harus lebih peduli pada rambutnya. Biasanya orang mengalami kerontokan rambut pada usia 20 dan 30an, tapi pengaruh media dan sosial media, membuat milenial memiliki hasrat besar untuk memiliki rambut yang lebih tebal dan menarik, seperti idola mereka.
Itu mungkin sebabnya mereka melakukan banyak hal pada rambut mereka, termasuk yang membahayakan kesehatan rambut.
"Siapa pun yang peduli dengan rambut atau botak yang menipis sebaiknya menemui ahli dermatologi untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan. Ada intervensi medis, nutrisi, dan intervensi lainnya yang bisa membantu," terang Day.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya