Suara.com - Akhir tahun lalu, wabah difteri kembali menghantui masyarakat Indonesia. Tak hanya menyerang anak-anak, virus Corynebacterium diphteriae ini juga bisa menyerang orang dewasa.
Meski pemerintah sedang menggalakkan imunisasi ulang atau outbreak response immunization (ORI), sebagian masyarakat juga telah sadar untuk melakukan vaksinasi ulang mandiri. Hal ini disampaikan dokter spesialis anak, Dave Anderson, dari Rumah Sakit Siloam Asri.
"Di Siloam Asri tren meningkat permintaan vaksin dewasa untuk difteri sejak adanya wabah," ujar dr Dave pada temu media, Rabu (28/2/2018).
Ia menambahkan, pemberian vaksin ulang sebenarnya perlu dilakukan sekali tiap sepuluh tahun bagi orang berusia 19 tahun ke atas. Namun kesadaran untuk mendapatkan vaksin ulang secara mandiri masih sangat rendah. Ini pula yang kata dr. Dave dapat meningkatkan risiko penularan difteri pada periode wabah seperti saat ini.
"Difteri sekitar tahun 1990an sudah tidak ada, karena cakupan imunisasi sudah tinggi dan ada posyandu. Tapi sekarang kembali wabah karena mungkin banyak orangtua yang lupa kalau vaksin difteri ada booster. Kemungkinan itu yang nggak dilengkapi sehingga difteri kembali mewabah," tambah dia.
Ia menambahkan, penularan virus difteri bisa mematikan karena risiko komplikasinya yang tinggi. Dr. Dave menyebut, komplikasi difteri bisa menyebabkan gangguan pernapasan, kelumpuhan saraf hingga henti jantung.
"Ketika virus difteri masuk ke badan, butuh 2-5 hari menimbulkan gejala. Ketika virus menyebar ke jantung, itu bisa menyebabkan jantung berhenti mendadak dan memicu kematian. Hal ini berlaku untuk anak-anak maupun dewasa," tambah dia.
lmunisasi difteri saat ini, kata dr. Dave adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penularan infeksi difteri. Imunisasi sebaiknya diberikan sesuai waktu, atau jika ada program imunisasi massal dari pemerintah melalui puskesmas sebaiknya diikuti untuk mendapatkan perlindungan maksimal dari paparan infeksi difteri.
Baca Juga: Keluarga Membantah Dhawiya dan Muhammad Sudah Tunangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!