Suara.com - Pemeriksaan tekanan darah rutin dianjurkan sebagai langkah deteksi dini adanya risiko hipertensi. Tes sederhana ini juga bisa dilalukan di rumah. Bahkan, Ketua Indonesian Society of Hypertension, Yuda Turana, menjelaskan tes di rumah sebenarnya lebih akurat karena biasanya menunjukkan tekanan darah pasien sebenarnya.
Nah, Yuda juga menambahkan, waktu terbaik memeriksa tekanan darah adalah saat pagi hari. Kira-kira apa alasannya, ya?
"Cek tekanan darah di pagi hari lebih bagus. Alasannya tubuh masih segar. Berbeda jika dilakukan sore hari, di mana pasien biasanya sudah melakukan banyak aktivitas sehingga tekanan darahnya cenderung meningkat," ujar Yuda pada temu media 'The Neverending Battle Againts Hypertension and It’s Complications' di Jakarta, Kamis (1/3/2018).
Ia menambahkan, meski bisa dilakukan di rumah, cek tekanan darah sendiri tak bisa sembarangan. Ada aturan yang harus Anda patuhi sehingga mendapatkan hasil pengukuran yang tepat.
"Mengukur tekanan darah di pagi hari sebaiknya satu jam setelah bangun tidur. Pengukuran juga harus dilakukan sebelum sarapan," tambah dia.
Posisi duduk saat memeriksa tekanan darah juga lebih dianjurkan dibandingkan berdiri. Anda juga harus menghindari konsumsi kopi sebelum diperiksa. Ketika kandung kemih terasa penuh, Anda juga diminta untuk membuang air kecil terlebih dahulu.
"Pengukuran tekanan darah di rumah lebih akurat dibandingkan di klinik. Jadi kami sangat anjurkan pasien untuk memeriksa tekanan darah secara rutin di rumah, lalu hasilnya di bawa saat cek up ke klinik sebagai pemeriksaan pelengkap," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius