Suara.com - Tumbuh gigi bisa bikin bayi jadi rewel, karena rasa sakit dan bengkak yang dialaminya pada gusi. Beberapa orangtua, ada yang mengatasi hal ini dengan mengoleskan teething gel, gel pereda nyeri gusi. Tapi, kadang orangtua suka khawatir jika memberikan obat atau apapun yang mengandung bahan kimia kepada bayi.
"Semua obat-obatan mengandung risiko dan kemungkinan reaksi buruk saat digunakan," tulis Sarah Ockwell-Smith, ibu empat anak, penulis 'The Parenting Parenting Book' kepada The Independent.
"Semua obat memang telah didesain memiliki risiko yang sangat kecil, karena telah melalui pengujian ketat. Sehingga produk farmasi memastikan bahwa obat-obatannya benar-benar aman, terutama obat untuk bayi dan anak-anak,” tulisnya lagi.
Namun, banyak orangtua memutuskan untuk lebih memilih mengobati rasa sakit pada gusi bayi mereka secara alami. Apakah termasuk Anda? Kalau ya, coba 3 tips alternatif untuk membantu meredakan rasa nyeri pada gusi bayi tanpa bahan kimia sama sekali.
1. Jika bayi masih ASI eksklusif, bekukan ASI Anda menggunakan cetakan es krim loli dan berikan saat bayi rewel karena sakit gusi. Isapan benda dingin bisa membantu meredakan rasa sakit.
2. Mainan gigit terbuat dari silikon dirancang untuk dimainkan dan digigit-gigit oleh bayi yang sedang mengalami masalah tumbuh gigi. Gigitan akan membantu meredakan ketidaknyamanan pada gusi bayi. Tapi jangan lupa untuk selalu membersihkan dengan sabun dan air hangat setiap kali akan menggunakan dan usai memakainya, ya.
3. Sering-seringlah memeluk bayi, karena memeluk membantu melepaskan hormon oksitosin yang memiliki efek menghilangkan rasa sakit ringan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya