Suara.com - Otoritas kesehatan Australia baru saja mengeluarkan peringatan mengenai pandemi tukak buruli. Tukak buruli atau buruli ulcer adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium ulcerans. Tahap awal infeksi ini ditandai dengan timbulnya nodul yang tidak sakit atau pembengkakan di anggota tubuh.
Dalam laporan bersama yang dibuat pemerintah Australia, organisasi riset dan penyedia perawatan kesehatan, mereka merinci bahwa pandemi tukak buruli sedang menyerang negara bagian Victoria.
"Ulkus (luka) penghancur jaringan yang biasanya ditemukan di Afrika, telah mencapai epidemik di bagian regional Victoria. Masyarakat menghadapi epidemi yang memburuk, yang didefinisikan oleh kasus-kasus yang meningkat dengan cepat, menjadi lebih parah, dan terjadi di wilayah geografis baru," kata laporan itu.
Dikatakan bahwa pada 2016 lalu ada sekitar 182 kasus tukak buruli. Namun pada kasus yang dilaporkan hingga 11 November 2017 kemarin, kejadian tukak buruli telah meningkat hingga 51 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016.
Bakteri pada tukak buruli termasuk dalam famili organisme yang sama yang menyebabkan penyakit tuberkulosis dan lepra.
Jika didiagnosis lebih awal, konsumsi antibiotik selama delapan minggu dipercaya efektif untuk mengurangi masalah hingga 80 persen.
Namun, jika dibiarkan dan tidak diobati, bakteri pada luka dapat menginfeksi lebih jauh hingga ke tulang.
"Meskipun diakui ada di Victoria sejak 1948, upaya untuk mengendalikan penyakit telah sangat terhambat karena faktor lingkungan dan cara penularan ke manusia tetap tidak diketahui. Sulit untuk mencegah penyakit ketika tidak diketahui bagaimana infeksi diperoleh," laporan tersebut mengatakan.
Kondisi ini umumnya ditemukan di Benua Afrika terutama area air yang stagnan. "Gigitan, pencemaran lingkungan, atau trauma dapat memainkan peran dalam infeksi ini. Pakaian dapat melindungi terhadap penyakit. Bukti terbaru menunjukkan bahwa penularan manusia ke manusia tidak terjadi, meskipun kasus umumnya terjadi di antara keluarga," tambah laporan itu.
Baca Juga: Heran, Sekelas Dirut Rumah Sakit Diberi Tahu Setnov Pesan Kamar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif