Suara.com - Saat membeli mobil baru, Anda tentu mencium aroma atau bau khas mobil tersebut. Namun siapa yang menyangka kalau aroma tersebut bisa membahayakan kesehatan.
Ya, Pakar Mikroba sekaligus Pendiri RTK Enviroemntal Group Robert Weitz dilansir dilansir dari laman Reader’s Digest mengatakan bahwa aroma atau bau khas mobil baru yang Anda cium sebenarnya berasal dari senyawa organik yang mudah menguap yang disebut dengan VOC (volatile organic compound).
VOC berasal dari campuran bahan yang digunakan untuk membuat interior mobil, di antaranya poliuretan atau poliester, brominated flame retardants (BFR), kromium, timbal dan berbagai cat, plastik, dan sealant (perekat).
Semakin lama Anda mencium bau mobil baru, maka semakin banyak gas VOC yang terhirup ke dalam tubuh. Akibatnya, gas hasil VOC akan semakin cepat menyebabkan sakit kepala, gangguan pernapasan, nyeri otot, dan nyeri sendi.
Tidak hanya itu, para peneliti menemukan bahwa lebih dari 275 bahan kimia yang terdapat di dalam interior mobil dapat meningkatkan risiko cacat lahir, gangguan belajar, hingga masalah hati. Gas VOC yang menjadi asal muasal bau mobil tersebut juga disinyalir dapat menyebabkan kanker.
Terlebih, para peneliti mengungkapkan bahwa bahan-bahan berbahaya seperti BFR, PVC, hingga phthalate dalam interior mobil sangat rentan terhadap kenaikan suhu.
Saat mobil dalam keadaan panas akibat paparan sinar matahari, konsentrasi berbagai senyawa berbahaya tersebut cenderung meningkat untuk kembali menghasilkan gas VOC yang semakin banyak dan berbahaya untuk kesehatan.
Risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkannya pun pada akhirnya juga ikut meningkat. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Dilansir dari Hello Sehat, aroma khas mobil baru cenderung memudar setelah Anda sering mengendarai mobil tersebut. Ini artinya, gas hasil VOC tadi akan ikut menghilang secara perlahan. Akan tetapi, ingat bahwa bahan-bahan pemicu VOC dapat muncul lagi saat mobil kepanasan, terlebih ketika mobil berada di bawah terik matahari dalam waktu lama.
Baca Juga: Tiga Nama Tempat Terpanjang di Dunia, Nomor Tiga Bikin Ngakak
Salah satu cara untuk mengatasinya dengan membuka jendela lebar-lebar untuk mengeluarkan udara panas dan pengap yang terjebak di dalam mobil dengan membuka jendela sesering mungkin.
Selain itu, hindari berlama-lama di dalam mobil baru agar bau khas mobil tidak banyak terhirup dan masuk ke paru-paru. Walaupun Anda menyukainya, lebih baik menjaga kesehatan kan!
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru