Suara.com - Tak lama setelah teror bom di Surabaya, Jawa Timur, lini masa media sosial dipenuhi dengan gambar, foto, dan video mengerikan yang menggambarkan suasana mencekam dan para korban yang berjatuhan. Padahal, tahukah Anda bahwa selain tidak pantas, gambar atau video tersebut bisa memicu kekambuhan pada orang-orang dengan masalah kesehatan tertentu.
Dari sisi kesehatan, tingkat kecemasan yang tinggi bisa memicu kekambuhan pada pasien dengan penyakit kronis. Disampaikan Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD KGEH, MMB, dari FKUI RSCM, beberapa penyakit yang rentan mengalami kekambuhan akibat ketakutan mendalam antara lain maag, asma, hipertensi, diabetes, hingga jantung.
"Pasien-pasien dengan penyakit akibat asam lambung akan kambuh sakitnya karena merasa bertambah cemas atas kejadian ini, walau hanya mendapat informasi melalui media sosial. Begitu juga dengan pasien asma, kemudian pasien hipertensi tekanan darahnya bisa naik karena merasa marah, pasien dengan diabetes gula darahnya menjadi tidak terkontrol karena rasa cemas dan takut, serta bisa memicu serangan jantung akibat rasa takut dan marah yang berlebihan," ujar dr. Ari dalam rilis resmi yang diterima Suara.com, Selasa (15/5/2018).
Tak hanya itu, pasien dengan dengan irritable bowel syndrome (IBS), penyakit kronis dengan gejala sakit perut disertai gangguan buang air besar baik mencret maupun susah BAB, juga bisa kambuh akibat stres atau kecemasan berlebihan.
"Orang yang cemas bisa juga mengalami sakit kepala, nafsu makannya menurun, tidurnya menjadi susah, dan malas untuk beraktivitas. Berbagai gangguan sistem organ bisa terjadi akibat adanya faktor stres tersebut," tambah dia.
Dokter Ari pun mengimbau pada masyarakat untuk tidak menyebarluaskan gambar korban peristiwa bom karena dapat memicu ketakutan.
"Serahkan kepada pihak berwajib dan kita bantu doa bahwa penyebar teror tersebut segera ditangkap dan mendapat hukuman yang setimpal atas jatuhnya korban dan tindakan teror bom yang dilakukan," tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern