Suara.com - Anggapan bahwa anak yang dilahirkan melalui persalinan Caesar akan lebih rentan terhadap beberapa risiko penyakit ternyata bukan sekadar mitos belaka. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa risiko asma pada anak yang lahir lewat operasi Caesar lebih besar karena sistem kekebalan tubuhnya yang lebih rendah.
Penelitian yang dilakukan di California University, San Francisco, menunjukkan bahwa bayi yang lahir melalui Caesar cenderung memiliki gangguan fungsi kekebalan karena adanya penekanan pada sel T yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
Peneliti Ngoc Ly, MPH, MD, yang menjabat sebagai asisten profesor pediatrik California University di San Francisco, mengatakan bahwa melalui temuan ini pihaknya menegaskan bahwa metode persalinan turut memengaruhi tumbuh kembang bayi.
Untuk mendapatkan temuan ini, para peneliti membandingkan penekanan sel T pada kelompok bayi baru lahir di pusat kota yang memiliki riwayat keluarga yang terkena asma. Supresi atau tekanan sel T mereka diukur dengan analisis darah tali pusat.
Setelah pemeriksaan, hasil menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir melalui persalinan Caesar memiliki penurunan fungsi supresi sel T yang meningkatkan risiko terjadinya asma.
"Proses persalinan dan kondisi stres yang meliputinya dapat memengaruhi respon imun pada bayi," ujar Ly.
Meski demikian, Ly merasa perlu adanya penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi kaitan antara persalinan Caesar dan risiko asma pada bayi. Tetapi peneliti lain merasa bahwa temuan Ly telah memberikan cukup penjelasan biologis antara asma dan proses persalinan caesar.
Selain itu ,Ly menduga proses persalinan Caesar yang menurunkan angka pemberian ASI eksklusif juga bisa menjadi salah satu faktor risiko mengapa anak lebih mudah terserang asma.
"Penurunan angka menyusui oleh ibu juga memiliki dampak tidak langsung pada mereka dalam mengembangkan asma. Tidak mendapat ASI eksklusif dapat membuat anak memiliki kekebalan tubuh yang lebih rendah, yang pada gilirannya akan mempengaruhi paru-paru mereka," tandas dia.
Baca Juga: Rencana ke Rumah, Awkarin Siapkan Susu buat Lucinta Luna
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya