Suara.com - Ramadan di Indonesia biasanya bertepatan dengan hari libur anak-anak sekolah, dan sebagai orangtua tentu dituntut untuk selalu berpikir kreatif, termasuk bagaimana cara melatih dan mengajarkan anak puasa dengan mudah, menghadapi suasana hatinya yang tiba-tiba menurun, rengekan lapar dan haus hingga tantangan tidak memberikan gadget untuk menghindari rasa bosannya.
Memahami hal ini, seorang mantan guru, Anisa Ismail yang mendirikan platform komunitas KidzUnplugged, dilansir adwonlinw.ae memberikan tips bagaimana agar anak-anak bisa menghargai dan menikmati Ramadan dengan cara yang lebih kreatif, bebas teknologi, dan yang paling penting, menyenangkan. Ingin tahu kiatnya?
1. Menjelas Ramadan dengan bahasa sederhana
Cara yang paling sederhana, Anda bisa menjelaskan tentang Ramadan yang merupakan waktu untuk setiap orang menghargai semua berkat yang dimiliki, dan memberi kepada orang lain yang tidak memiliki, sebanyak yang kita miliki.
2. Mengajaknya membuat dekorasi
Selama Ramadan, Anda dapat menata ulang furnitur dengan anak-anak. Buat sesuatu yang baru dan ciptakan suasana yang disukai keluarga Anda dengan aksen seperti lentera dan lampu.
3. Baca cerita sebelum tidur
Ada beberapa buku anak-anak saat Ramadan yang tersedia dan ini adalah bacaan malam yang menyenangkan bagi anak-anak. Jika tidak, Anda bisa menjadi kreatif dan memulai kisah Ramadan Anda sendiri dengan anak-anak Anda dan membuat cerita yang cepat dan mudah. Biarkan imajinasi Anda mengalir.
4. Mulai hitungan mundur
Memiliki representasi visual Ramadan akan sangat membantu untuk pemahaman anak Anda. Ini bisa menjadi proyek keluarga di mana Anda membuat kalender yang menghitung mundur hari-hari sampai Idul Fitri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut