Suara.com - Punya rumah bersih adalah syarat wajib bagi orangtua yang punya anak. Tapi, rumah yang terlalu bersih justru tidak baik untuk kesehatan anak, bahkan dapat memicu kanker. Lho, kok bisa?
Sebuah penelitian baru mengungkap, membesarkan anak-anak di rumah yang terlalu bersih malah meningkatkan risiko mereka terkena kanker.
Salah satunya adalah Acute lymphoblastic leukemia (ALL) atau leukemia limfoblastik akut, yang sebenarnya dapat dicegah jika sistem kekebalan anak-anak telah dipersiapkan sejak tahun pertama kehidupan mereka. Misalnya dengan membiarkan mereka terpapar bakteri saat menyusui, lewat persalinan normal, atau ketika bermain dengan mainan kotor bersama anak-anak lain.
Profesor Mel Greaves, pemimpin studi yang telah memelajari penyakit ini selama 30 tahun, mengatakan bahwa sebagian besar kasus leukemia pada masa kanak-kanak sebenarnya bisa dicegah.
"Orangtua baru seharusnya tak perlu khawatir tentang penyakit infeksi yang umum terjadi pada anak, dan mendorong kontak sosial mereka di tahun pertama kehidupan. Orangtua harus membiarkan bayi mereka bermain dengan sebanyak mungkin anak-anak, bermain dengan mainan yang sama, saling menyentuh satu sama lain. Saya juga mendorong para ibu untuk menyusui bayi mereka," ungkap Greaves, yang hasil penelitiannya telah dipublikasikan di jurnal Nature Reviews Cancer.
Anak-anak sebenarnya dapat mengalami risiko penyakit ini hanya jika mereka lahir dengan mutasi genetik tertentu, yang terjadi secara acak pada satu dari 20 kehamilan. Tapi hal tersebut juga bisa dipicu ketika anak belum pernah tereskpos kuman atau terkena infeksi virus di tahun pertama kehidupannya, misalnya flu.
Penyakit leukemia limfoblastik akut merupakan jenis kanker yang memengaruhi empat perlima kasus leukemia pada anak-anak.
Kejadian ini paling banyak terjadi di keluarga kaya, di mana mereka memiliki lebih sedikit saudara kandung, bersosialisasi lebih sedikit dengan anak-anak lain, dan memiliki rumah yang super bersih. Kasus leukemia limfoblastik akut juga meningkat sekitar 1 persen per tahun di negara maju.
Kesimpulan ini diambil oleh Institute of Cancer Research di London, berdasarkan pada studi yang dilakukan terhadap populasi manusia dan percobaan pada tikus. Para ilmuwan tidak menemukan bukti bahwa jenis leukimia ini disebabkan oleh radiasi, gelombang elektromagnetik, kabel listrik, atau bahan kimia.
Baca Juga: Ingetin Salat, Mytha Lestari Malah Diprotes Warganet
Meski begitu, Dr. Alasdair Rankin dari badan amal kanker darah Bloodwise mengatakan agar para orangtua tidak khawatir dengan hasil penelitian ini. Leukemia pada anak sangat jarang terjadi, dan angka kejadiannya hanya sekitar satu dari 2.000 anak.
"Saat anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat di awal kehidupannya, risiko mereka akan berkurang," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama