Suara.com - Inkontinensia urine atau kesulitan mengontrol buang air kecil adalah kondisi di mana seseorang kehilangan kontrol pada kandung kemihnya.
Pada perempuan, inkontinensia urine umum terjadi sesaat setelah persalinan. Sementara bagi laki-laki, inkontinensia urin sering menjadi efek samping dalam pengobatan masalah prostat.
Meski secara umum tidak mungkin menghindari inkontinensia urine, tapi Anda dapat mengambil langkah pencegahan.
Pertama, perhatikan berat badan. Berat badan berlebih dan inkontinensia urin merupakan hal yang tidak terpisahkan terutama bagi perempuan.
Salah satu penjelasan dari teori ini adalah lemak perut yang menimbun dapat melemahkan otot-otot dasar panggul dan menyebabkan urine keluar ketika batuk, tertawa, bahkan bersin.
Kedua, merokok. Merokok memang bisa merugikam kesehatan dalam banyak cara. Maka tambahkan satu lagi ke dalam daftar negatif merokok yaitu menggandakan risiko inkontinensia terutama pada perempuan. Nikotin juga dikaitkan dengan perkembangan inkontinensia.
Ketiga, pastikan tetap aktif beraktifitas. Dalam sebuah studi dikatakan bahwa perempuan paruh baya yang aktif secara fisik paling kecil berisiko mengalami inkontinensia.
Selain itu juga, minimalisir mengonsumsi kafein serta alkohol. Keduanya telah dikaitkan dengan pengembangan masalah inkontinensia dan menimbulkan perasaan ingin buang air kecil bahkan ketika kandung kemih tidak penuh.
Minuman berkarbonasi, pemanis buatan aspartame, makanan pedas, dan buah jeruk serta jus juga dapat menyebabkan inkontinensia urin pada beberapa orang.
Baca Juga: Anak Menpora Dipukul, Sandiaga: Jangan Langsung Salahkan Jakmania
Pun dengan proses pengobatan masalah sembelit disebut mampu meningkatkan frekuensi kencing. Oleh karena itu, selalu konsumsi serat serta minum cukup cairan agar terhindar dari masalah sembelit dan inkontinensia urine ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia