Suara.com - Donor darah ternyata tak hanya dibutuhkan saat kondisi darurat saja, Anda bisa menjadikannya sebagai kebiasaan sehat yang bisa dilakukan setiap dua bulan sekali untuk mendapatkan manfaat kesehatan secara maksimal.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo mengatakan bahwa sel-sel darah umumnya diproduksi setiap tiga bulan sekali. Itu sebabnya akan lebih bermanfaat jika kita bisa memberikannya kepada pasien yang membutuhkan pasokan darah tambahan.
"Darah setiap tiga bulan itu sudah rusak, jadi akan memproduksi kembali. Nah, sebelum rusak lebih baik kita donorkan. Sakit sih ditusuk jarum, tapi kalau darah yang kita keluarkan bisa menolong nyawa orang lain rasanya itu bisa membalas sakit ditusuk jarum tadi," ujar Untung pada temu media peringatan Hari Donor Darah Sedunia di Kementerian Kesehatan, Selasa (3/7/2018).
Selain bisa menolong nyawa orang lain, donor darah juga bisa membuat tubuh Anda lebih sehat. Pasalnya sel-sel darah diproduksi lebih cepat sebelum rusak sehingga aliran darah ke seluruh tubuh pun lebih lancar.
Tak hanya itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Primer drg Saraswati MPH menambahkan, biasanya sebelum memberikan darahnya, pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan mulai dari pengukuran tekanan darah, kekentalan darah hingga tingkat hemoglobin.
"Otomatis status kesehatannya di cek setiap dua bulan karena sebelum mendonor akan diperiksa dulu tensi, tingkat kekentalan darah dan jumlah hemoblobinnya. Jadi, bisa ketahuan oh tensi saya lagi naik nih, atau sebaliknya sedang rendah nih sehingga bisa melakukan upaya kesehatan selanjutnya," terang Saraswati.
Ia menambahkan, jika dalam pemeriksaan kesehatan calon pendonor terdeteksi mengalami hipertensi maka tidak disarankan untuk mendonorkan darahnya. Pasalnya donor darah ketika tingkat tekanan darah memuncak bisa memicu risiko stroke atau serangan jantung.
"Jadi, memang tekanan darahnya harus dalam kondisi normal. Kalau yang sudah biasa donor, ketika berhenti itu malah badan jadi nggak enak, sering pusing. Makanya bikin ketagihan," jelas Saraswati.
Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Minta Tembak Mati Penjambret di Jakarta
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?