Health / Men
Rabu, 08 Agustus 2018 | 10:25 WIB
Ilustrasi alat ukur tekanan darah. (Shutterstock)

Suara.com - Dengan inovasi di bidang teknologi kesehatan, masyarakat kini bisa memeriksa tekanan darah sendiri di rumah melalui alat pengukuran digital, tapi tentu saja ada beberapa hal yang harus Anda patuhi agar hasil pengukuran tekanan darah akurat.

Menurut dr. Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia atau Indonesian Society of Hypertension (InaSH), tekanan darah sendiri memang tidak pernah statis. Hasil pengukuran yang Anda lihat sejatinya bukanlah angka, tapi gelombang kumpulan dari tekanan darah yang Anda alami selama ini.

"Jadi, kalau pagi sama malam itu hasilnya pasti berbeda. Ukur di dokter sama di rumah juga pasti berbeda karena mungkin di klinik wajah dokternya seram orang jadi deg-degan dan tekanan darah meningkat," ujar dr Tunggul di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Itu sebabnya, ia merekomendasikan pengukuran darah di rumah. Nah karena tak diawasi oleh dokter, seseorang harus tahu syarat pengukuran yang baik sehingga hasilnya akurat.
Pertama lokasi pengukuran dianjurkan di lengan tepatnya 2.5 senti diatas siku dalam. Alasannya, kata dr Tunggul, posisi ini setara dengan jantung.

"Lalu yang harus diperhatikan jangan minum kopi atau teh yang mengandung kafein 30 menit sebelumnya. Jangan pula konsumsi obat-obatan, karena memacu jantung untuk bekerja lebih sehingga hasil pengukuran kurang akurat," jelasnya.

Selain itu, pastikan Anda juga duduk rileks dan menggunakan pakaian yang nyaman saat akan mengukur tekanan darah. Jika terasa ingin buang air kecil atau besar, lebih baik ke toilet lebih dulu karena hasilnya pun turut memengaruhi pengukuran.

"Kaki juga harus lurus tidak boleh disilang. Lebih baik pengukuran dilakukan tiga kali dalam satu waktu dengan memberi jeda semenit. Karena biasanya yang pertama itu masih tinggi karena belum rileks. Jadi kita bisa bagi rata dari hasil pengukuran kedua dan ketiga," terang dr Tunggul merinci.

Load More