Suara.com - Baru-baru ini BPJS Kesehatan mengundang kontroversi atas aturan baru yang memangkas pemberian manfaat pelayanan bagi bayi baru lahir, operasi katarak hingga rehabilitasi medik. Aturan ini ditetapkan demi mengatasi persoalan defisit yang mendera BPJS Kesehatan selama hampir lima tahun beroperasi.
Di satu sisi, banyak pihak yang mengatakan bahwa pemangkasan pelayanan bukan solusi efektif. Dari peneliti misalnya, Yurdhina Meilissa mewakili Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) mengatakan bahwa efisiensi tersebut hanya mampu menambal beban biaya BPJS Kesehatan dalam jangka pendek.
Yurdhina mengatakan, sebenarnya ada solusi lain yang bisa dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan BPJS Kesehatan dalam jangka panjang, yakni dengan menaikkan cukai rokok. Kebijakan ini, kata dia tidak akan membebani masyarakat karena iuran tidak perlu dinaikkan.
"Kalau efisiensi itu bisa menurunkan mutu pelayanan masyarakat juga yang dikorbankan. Jadi kenapa kita tidak menaikkan cukai rokok. Solusi ini lebih mudah dan sustainable," ujar Yurdhina.
Berhenti merokok, masa depan Indonesia lebih baik
Sementara itu, Tim Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-Ul) sendiri telah melaksanakan studi yang membuktikan efek konsumsi rokok terhadap kemiskinan dan kejadian stunting di Indonesia.
Penelitian yang menggunakan dataset longitudinal (1997-2014) dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) ini membuktikan bahwa perilaku merokok telah berdampak pada kondisi stunting anak-anak mereka yang ditunjukkan pada tinggi dan berat badan.
Disampaikan Teguh Dartanto, PhD, Kepala Departemen llmu Ekonomi FEB Ul pada Suara.com beberapa waktu lalu, konsumsi rokok masyarakat Indonesia pada 1997 sebesar 3,6 persen meningkat 5,6 persen pada 2014, sedangkan konsumsi lainnya menurun secara signifikan selama 1997-2014.
"Peningkatan konsumsi rokok sekitar dua persen telah digantikan oleh penurunan pengeluaran beras, protein, dan sumber lemak, serta pendidikan. Pengeluaran rumah tangga untuk daging dan ikan sendiri juga menurun sekitar 2,3 persen," tambahnya.
Baca Juga: Jatuh dari Lantai 3 Masjid Istiqlal, Ahmad Membentur Blower AC
Padahal, seperti yang ditunjukkan dalam banyak penelitian, jenis pengeluaran ini akan sangat mempengaruhi perkembangan masa depan anak-anak dalam hal berat badan, tinggi badan, dan kemampuan kognitif.
"Temuan PKJS-UI ini memberikan bukti berharga bahwa mengendalikan konsumsi rokok tidak hanya akan mengurangi prevalensi merokok tetapi juga akan membuat masa depan Indonesia Iebih baik dengan menjaga anak-anak lahir dengan kondisi yang baik, fisik maupun kognitifnya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga