Suara.com - Feses, milik siapapun baik dewasa maupun bayi tentu saja sangat menjijikkan, tapi siapa sangka jika peneliti dari Wake Forest School of Medicine, Amerika Serikat, justru menemukan potensi feses bayi yang bisa dijadikan obat atau suplemen lantaran diklaim kaya probiotik.
Ya, menurut peneliti, kotoran atau feses bayi mengandung probiotik yang berpotensi sangat efektif membantu orang dengan penyakit seperti diabetes, obesitas dan kanker. Untuk mendapatkan temuan ini para peneliti mengambil sampel dari popok 34 bayi yang sehat dan mengisolasi 10 strain bakteri.
Dari hasil uji laboratorium ini peneliti menemukan bahwa campuran bakteri dalam feses bayi ini bekerja luar biasa di dalam usus. Strain bakteri ini juga sangat baik dalam membantu tubuh memproduksi asam lemak, yang memainkan peran kunci dalam menjaga mikrobioma usus yang sehat.
"Bayi biasanya cukup sehat dan jelas tidak menderita penyakit yang berkaitan dengan usia, seperti diabetes dan kanker," ujar penulis studi Dr. Hariom Yadav, asisten profesor kedokteran molekuler di Wake Forest School of Medicine dilansir Nypost.com.
Hasil kerja Yadav dan timnya adalah sebuah penemuan terbaru untuk pasar suplemen probiotik yang sedang berkembang. Namun tentu saja Yadav dan tim butuh waktu untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang menjamin keamanan dan kualitas suplemen dari feses bayi yang diklaim kaya probiotik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius