Suara.com - Tercatat 20 persen kematian dini pecandu alkohol, menurut para peneliti di Institute for Health Metrics and Evaluation, karena disebabkan alkohol seperti dikutip di foxnews.
Hal itu adalah faktor risiko utama untuk kematian dini dan kecacatan pada kelompok usia 15 hingga 49 tahun.
Secara global, 27,1 persen kematian akibat kanker pada wanita dan 18,9 persen pada pria di atas usia 50 dikaitkan dengan kebiasaan minum mereka, menurut temuan penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet.
Para peneliti menyelidiki efek kesehatan dari konsumsi alkohol di 195 negara antara tahun 1990 dan 2016 — menggunakan data dari 694 penelitian untuk mengetahui seberapa umum minum alkohol dan dari 592 penelitian untuk menentukan risiko kesehatan.
Penelitian, yang menerima dana dari Bill & Melinda Gates Foundation, juga menganalisis apakah tingkat moderat minum dapat memiliki manfaat kesehatan — yang telah diindikasikan oleh penelitian sebelumnya.
Meskipun para peneliti menemukan tingkat rendah minum dapat menawarkan beberapa perlindungan terhadap penyakit jantung, dan mungkin dari diabetes juga, positif ini jauh lebih berat daripada dampak alkohol yang berbahaya.
Untuk orang yang lebih muda, penyebab kematian terbesar terkait dengan alkohol adalah tuberkulosis (1,4 persen), cedera di jalan (1,2 persen) dan menyakiti diri sendiri (1,1 persen).
Studi juga menunjukkan minum alkohol menimbulkan bahaya baru.
Studi ini menunjukkan bahwa satu dari tiga, atau 2,4 miliar orang di seluruh dunia, minum alkohol.
Baca Juga: Tak Jadi Pindah ke MU, Maguire Hormati Keputusan Leicester
Dan jumla tersebut dilakukan oleh seperempat wanita dan 39 persen pria. Denmark memiliki peminum terbanyak — 95,3 persen wanita dan 97,1 persen pria.
“Alkohol menimbulkan konsekuensi buruk bagi kesehatan penduduk di masa depan tanpa adanya tindakan kebijakan saat ini. Kebijakan tentang manfaat kesehatan dari alkohol perlu direvisi, terutama karena metode dan analisis yang ditingkatkan terus menunjukkan seberapa banyak penggunaan alkohol berkontribusi terhadap kematian dan kecacatan global. Hasil kami menunjukkan bahwa tingkat minum yang paling aman tidak ada, ”kata studi tersebut.
"Tingkat ini bertentangan dengan pedoman kesehatan yang mendukung manfaat kesehatan dengan mengkonsumsi hingga dua minuman per hari. Penggunaan alkohol berkontribusi terhadap kehilangan kesehatan dari banyak penyebab dan membebani korban di seluruh umur, khususnya di kalangan pria."
studi menunjukkan bahwa kebijakan publik harus fokus pada pengurangan konsumsi alkohol yang dapat menyebabkan kematian lebih cepat pada pecandu alkohol di seluruh dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat