Suara.com - Diperlukan jiwa yang berani dan tekad yang kuat untuk mendapatkan tato permanen tapi tidak sedikit yang melakukakannya, para ilmuwan pun masih menyelidiki bahaya tinta tato masuk ke kelenjar getah bening.
Sebagian besar orang mungkin menghabiskan waktu mereka untuk memikirkan desain apa yang akan dijadikan tato di tubuh mereka, tapi hanya sedikit orang yang memikirkan apa yang akan terjadi pada tinta tato saat disuntikkan ke dalam kulit mereka.
Sebenarnya, para ilmuwan pun masih menyelidiki hal tersebut. Kenapa tinta tato bisa bertahan di bawah kulit? Apakah tintanya akan masuk lebih jauh lagi ke dalam tubuh? Cari tahu apa kata para ahli di bawah ini seperti dilansir dari Hello Sehat.
Untuk membuat sebuah tato permanen, seorang seniman tato menggunakan jarum kecil yang menusuk kulit pada frekuensi 50-3.000 kali per menit. Jarum suntik menembus kulit melewati epidermis hingga ke lapisan dermis dan meninggalkan pigmen warna di seluruh area tersebut.
Lapisan dermis terdiri dari serat kolagen, saraf, kelenjar keringat, kelenjar sebasea, pembuluh darah, dan berbagai komponen lain yang membuat kulit tetap terhubung ke bagian tubuh lainnya.
Setiap kali jarum menembus kulit, tusukan tersebut menyebabkan luka di kulit dan menyebabkan tubuh untuk memulai proses peradangan yang merupakan metode kulit untuk mengatasi bahaya.
Sel sistem kekebalan tubuh akan berdatangan ke lokasi luka dan mulai memperbaiki kulit. Sel-sel sistem imun inilah yang membuat tato bersifat permanen di kulit Anda.
Ke Mana Tinta Tato Tersebar?
Sebagian besar pigmen tinta tato tetap berada di kulit setelah seseorang ditato. Tinta yang tidak dibersihkan oleh sel sistem imun yang disebut makrofag, akan tetap berada di lapisan dermis kulit, sehingga desain tato dapat terlihat di kulit orang tersebut.
Baca Juga: Kisah Nara, Perempuan Pemberani yang Pantang Menyerah
Peneliti mengatakan bahwa biasanya tinta tato tidak akan pindah terlalu jauh dari tempat suntikan. Namun, tetap ada sebagian tintanya yang dapat berpindah ke bagian tubuh yang lain, terutama kelenjar getah bening.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Scientific Reports, dibuktikan bahwa pada orang yang bertato dapat terjadi pembesaran kelenjar getah bening, serta ditemukan pigmen tinta tato pada kelenjar getah beningnya.
Lantas, apakah semua jenis tinta tato bisa masuk ke kelenjar getah bening? Untuk menyelidiki efek samping penyebaran pigmen tinta tato, para peneliti menggunakan beberapa tes berbeda untuk menganalisis bentuk tinta yang bisa masuk ke kelenjar getah bening dan kerusakan yang mungkin ditimbulkan pigmen tersebut.
Para ahli menemukan bahwa nanopartikel atau partikel yang berukuran kurang dari 100 nanometerlah yang kemungkinan besar dapat pindah dan masuk ke kelenjar getah bening.
Studi tersebut menemukan bahwa karbon hitam, yang merupakan salah satu bahan paling umum digunakan dalam tinta tato, tampaknya mudah terurai menjadi nanopartikel dan berakhir di kelenjar getah bening.
Mereka juga menemukan titanium dioksida (TiO2), yang merupakan bahan umum dalam pigmen warna putih yang biasanya dikombinasikan dengan warna lain untuk menciptakan nuansa tertentu di dalam kelenjar getah bening.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance