Suara.com - Mengonsumsi produk daging olahan seperti bacon dan sosis secara reguler, disinyalir terkait dengan meningkatnya risiko terkena penyakit kanker payudara. Hal tersebut diutarakan peneliti dari Harvard TH Chan School of Public Health, Dr Maryam Farvid.
Produk daging olahan adalah daging yang dimodifikasi agar bisa tahan lama dan diolah agar lebih kaya rasa. Produk daging olahan biasanya dimasak dengan cara dipanggang, diasapi atau sekadar diberi tambahan garam dan pengawet.
Produk daging olahan biasanya berbentuk bacon, sosis, hot dog, salami, corned beef, dendeng dan ham.
Pada penelitian yang dilakukan Farvid dikatakan, perempuan yang secara reguler mengonsumsi daging olahan memiliki risiko terkena kanker payudara, 9 persen lebih tinggi.
Penelitian ini tentu saja mendukung klaim WHO yang mengatakan, produk daging olahan dapat menyebabkan kanker.
Ada beberapa teori berbeda mengapa daging olahan dianggap mampu meningkatkan risiko terkena kanker. Salah satunya adalah kandungan garam yang bereaksi dengan protein sehingga dapat menghasilkan zat karsinogenik, si penyebab penyakit kanker.
Dr Maryam Farvid, sebagai pemimpin penelitian mengatakan bahwa dirinya merekomendasikan pengurangan konsumsi berlebih dan bukan melarang mentah-mentah konsumsi daging olahan.
Badan kesehatan Inggris, NHS, juga merekomendasikan agar masyarakat tidak mengonsumsi daging olahan atau daging merah lebih dari 70 gram sehari karena adanya fakta-fakta tersebut. [BBC]
Baca Juga: Daging Olahan dan Bir Tingkatkan Risiko Kanker Perut
Berita Terkait
-
Kampanye Kanker Payudara, Serena Williams Berani Lakukan Ini
-
Dinkes Bogor: Penderita Kanker di Bogor Naik 100 Persen
-
Keluar Cairan dari Puting? HatI-Hati Tanda Kanker Payudara
-
42 Persen Kasus Kanker di RS Dharmais Didominasi Kanker Payudara
-
Bio Farma Kembangkan Obat Kanker Payudara Pengganti Kemoterapi
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial